Bersiap Ikuti Kejuaraan Dunia, Atlet Karangasem Optimis Berikan yang Terbaik Untuk Bangsa

Karangasem, LenteraEsai.id – Ni Nengah Widiasih, atlet angkat beban putri asal Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa kualifikasi ajang kejuaraan kelas dunia di sejumlah negara.

Beberapa kejuaraan dunia yang siap diikutinya itu, antara lain ASEAN Para Games tahun 2023 di Hangzhou Cina, SEA Games Kamboja dan Paralimpiade Paris 2024

Bacaan Lainnya

“Besok saya harus balik lagi ke Solo untuk melaksanakan persiapan Pelatnas (pelatihan nasional) sebagai persiapan mengikuti beberapa kejuaraan pada awal tahun nanti, dan juga untuk mengikuti beberapa kualifikasi,” kata Ni Nengah Widiasih ketika dihubungi di Kubu, Kamis (18/8).

Ditanya terkait fokus dan target utama yang akan dikejar, Widiasih dengan diplomatis mengaku akan tetap melatih diri dengan baik agar bisa menampilkan perfoma dan prestasi yang maksimal.

“Evaluasi pasti akan selalu ada untuk yang lebih baik ke depannya, seperti kemarin misalnya. Hasil yang di Solo pun itu saya belum maksimal, karena kondisi saya waktu itu kurang fit,” ucapnya.

Widiasih saat itu mengikuti ASEAN Para Games di Solo, namun sempat mengalami cedera bahu hingga mengharuskan dirinya untuk beristirahat selama satu pekan. Meski begitu, dia berhasil meraih dua medali emas pada ajang tersebut.

“Meski belum maksimal, tapi saya cukup puas dengan hasil di ASEAN Para Game Solo. Saya juga memecahkan rekor baru untuk diri saya sendiri di ASEAN Para Games kemarin,” kata atlet putri yang dalam menjalani kesehariannya harus menggunakan kursi roda.

Untuk ke depan, ia menyatakan optimis dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia. “Jika bicara soal target, untuk kami para olahragawan masih terlalu jauh. Namun yang akan kami lakukan adalah mampu membuktikan diri tampil semaksimal mungkin di arena pertandingan, dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ucapnya, penuh semangat.

Untuk diketahui, Ni Nengah Widiasih adalah atlet angkat beban difabel putri yang tak hanya berhasil mengharumkan nama Karangasem, Bali, namun juga membawa nama besar Indonesia di kancah internasional.

Sedari kecil Widiasih menderita polio hingga ia harus duduk di atas kursi roda, namun tak pernah merasa kendor untuk menggembleng diri guna meraih prestasi pada dunia olahraga yang digelutinya. (LE-Ami)

Pos terkait