Cok Ace Paparkan Rencana Baru Kepariwisataan Bali Dalam BBTF 2022

Wagub Cok Ace hadiri BBTF 2022 bertempat di BICC Nusa Dua (Foto: Dok Humas Pemprov Bali)

Badung, LenteraEsai.id – Bali and Beyond Toirism Fair (BBTF) kembali dilaksanakan pada 14-17 Juni 2022 bertempat di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua. Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil Gubernur Bali Prof Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dalam acara talkshow BBTF, pada Rabu (15/6).

Digawangi oleh Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Bali, BBTF ke-8 ini mampu mempertemukan 181 seller, 273 buyer dari 30 negara di dunia. Tidak hanya negara-negara langganan BBTF namun acara pameran pariwisata ini juga dapat menggaet beberapa negara baru untuk turut terlibat, salah satunya adalah Nigeria.

Bacaan Lainnya

Dalam talkshow tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa pembangunan di Bali selama ini telah menyimpang dari kaidah filosofi yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Bali. Tidak seimbang antara utara, selatan, timur dan barat.

“Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah berupaya menyeimbangkan pembangunan di Bali antara lain dengan pembangunan Tol Denpasar Gilimanuk. Jika dengan menggunakan jalur umum, dari Denpasar menuju Bali Barat atau Gilimanuk memerlukan waktu 4 sampai 5 jam, dengan adanya Tol Denpasar-Gilimanuk hanya memerlukan waktu kurang dari 2 jam. Ini juga akan mendukung industri perikanan yang ada di Bali Barat,” ungkap Cok Ace.

Di samping itu juga, sambung Cok Ace, Pemerintah Provinsi Bali tengah mengembangkan health tourism yaitu dengan pembangunan rumah sakit internasional yang berada di wilayah kawasan wisata Sanur, Denpasar.

“Dengan adanya rumah sakit internasional ini diharapkan WNI tidak lagi berobat di luar negeri, namun dapat memilih Bali sebagai opsi pengobatan sambil menikmati keindahan alam dan budayanya. Hal ini didukung dengan beberapa proyek infrastruktur seperti pembangunan ‘Sanur Harbour’ serta Bali Mangusadi yang merupakan Asosiasi Herbal Bali,” ungkap Wagub Bali.

Ke depan, Cok Ace berharap kepariwisataan Bali dapat menuju kepariwisataan yang berkualitas. Di mana tidak hanya mengacu pada jumlah wisatawan yang datang namun juga pariwisata yang dapat memberi manfaat luas kepada masyarakat di sekitarnya.

Bertemakan Balancing in Harmony, diharapkan dengan terlaksananya kegiatan BBTF ke-8 ini, industri pariwisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan namun juga turut menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberi multiflyer impact yang lebih banyak kepada masyarakat. (LE-BD1)

Pos terkait