Denpasar, LenteraEsai.id – Wayan Redun (55), seorang warga yang terpeleset jatuh kemudian masuk gorong-gorong saat membuka pintu air di Tukad Yeh Aya Renon, Denpasar, Bali, akhirnya ditemukan telah meninggal dunia pada Kamis (26/5) malam.
Jenazah Wayan Redun ditemukan tersangkut di bawah kolong jembatan sekitar 3,7 kilometer di hilir sungai dari lokasi korban terpeleset jatuh dan langsung ‘ditelan’ gorong-gorong yang pada Kamis (26/5/2002) sore itu dalam keadaan banjir.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat yang turut membantu melakukan upaya pencarian, kata Agus Yudana selaku koordinator lapangan dalam operasi SAR tersebut.
Ia menyebutkan, saat kejadian debit air di Tukad Yeh Aya cukup tinggi sehubungan hujan turun deras di kawasan itu. Untuk mencegah air sungai tidak meluber ke jalanan atau ke daerah pemukiman penduduk, Wayan Redun membuka pintu air sekaligus akan membersihkan sampah yang menyumbat gorong-gorong.
Namun malang, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke aliran sungai. “Karena banjir pintu air dibuka, tetapi korban ini terpeleset dan akhirnya tersedot masuk ke lubang gorong-gorong,” ujar Agus Yudana.
Personel SAR yang sempat turun mendekati mulut gorong-gorong di pintu air, mengakui kondisi arusnya memang kencang walaupun tinggi muka air saat itu berkisar di bawah pinggang orang dewasa.
“Pada pencarian malam itu korban sudah dapat kami temukan tersangkut di bawah kolong jembatan di Jalan Sidakarya Denpasar, tepatnya di sebelah kanan atau barat dari TPS Suwung,” ujar Agus Yudana.
Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar dengan menggunakan ambulance milik BPBD Provinsi Bali
Selain unsur Basarnas Bali, operasi SAR sejak sore hingga malam hari itu juga melibatkan personel dari Polsek dan Polresta Denpasar, BPBD Provinsi Bali dan Kota Denpasar, Potensi SAR Radio 115, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat. (LE-DP)







