Antisipasi Kasus Penularan Hepatitis Akut, Buleleng Siapkan Fasilitas Kesehatan

Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra (Foto: Dok Humas Pemkab Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara telah menyiapkan fasilitas kesehatan di seluruh tingkatan untuk mengantisipasi adanya kasus penularan hepatitis akut yang belakangan ini cukup merebak di sejumlah negara.

Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan hal itu saat ditemui usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Buleleng, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, di Singaraja, Jumat (27/5).

Bacaan Lainnya

Wabup Sutjidra menjelaskan, penekanan terus diberikan kepada seluruh jajaran kesehatan mulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Puskesmas untuk mengantisipasi adanya kasus hepatitis akut. Upaya-upaya preventif juga terus dilakukan.

Puskesmas diminta untuk terus melakukan promosi kesehatan (promkes) dan sosialisasi agar masyarakat tetap mampu melaksanakan hidup bersih dan sehat. “Jika ada gejala yang mirip dengan gejala hepatitis akut, bisa langsung dilaporkan ke Puskesmas,” ujar Wabup, menekankan.

Ia menyebutkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng telah siap jika seandainya ditemukan kasus hepatitis akut di Kabupaten Buleleng. Khususnya untuk penyediaan kamar isolasi dan terapi terhadap pasien. Ini diperlukan mengingat hepatitis akut gejalanya hampir sama dengan hepatitis lainnya, namun penyebabnya belum diketahui. “Kita harus menyiapkan semuanya karena penyebab dari hepatitis akut ini belum diketahui dan sedang dicari,” kata Wabup Sutjidra.

Namun bersyukur, lanjut Wabup Sutjidra, sampai saat ini belum ditemukan kasus ataupun suspek dari hepatitis akut di Kabupaten Buleleng. Walaupun demikian, Wabup Sutjidra terus menekankan kepada masyarakat bahwa tindakan pencegahan menjadi hal yang paling utama.

Menghadapi segala jenis penyakit baik itu Covid-19, demam berdarah maupun hepatitis akut, perlu dilakukan pencegahan secara maksimal, ujar Wabup Sutjidra seraya mengimbau agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus digalakkan di masyarakat. “Karena ini belum diketahui penyebabnya apa dan darimana. Tapi dengan melakukan PHBS, bisa mencegah dan terhindar dari penyakit hepatitis akut yang masih misterius ini,” katanya, menandaskan.

Hepatitis akut tidak ada hubungannya dengan vaksin Covid-19 yang diberikan. Masing-masing penyakit memiliki vaksinnya sendiri. Vaksin Covid-19 ada dengan berbagai macam merk. Termasuk hepatitis C juga ada vaksinnya yaitu hevavax. “Jadi masing-masing vaksin memang dibuat berdasarkan spesifikasi virus tertentu karena dibuat berdasarkan virus yang dilemahkan,” ucap Wabup Sutjidra.  (LE-BL1) 

Pos terkait