Semarang, LenteraEsai.id – Peristiwa banjir rob besar terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah setelah tanggul penahan air laut jebol pada Senin (23/5).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD mengatakan, berdasarkan laporan tertulis Kepala Bidang Penangana Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, peristiwa itu diawali munculnya rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamacitra tidak mampu menahan air yang cukup deras.
“Jadi, tanggul jebol disebabkan rob yang besar, sehingga tidak lagi mampu menahan air laut di kawasan Lamicitra yang arusnya cukup kuat dan besar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, delapan titik banjir rob terjadi di depan Pos 1, depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjung Emas, kawasan Lamacitra dan Dog Koja Bahari. Menurut catatan, kedalaman banjir rob hingga mencapai 1,5 meter di kawasan Lamacitra, 55 sentimeter di Jalan Coaster, 40 sentimeter di Jalan M Pardi, 50 sentimeter di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ampenan.
Terkait jumlah warga terdampak dan kerugian material, BPBD Provinsi Jawa Tengah sedang mendata lebih lanjut. Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai korban jiwa. BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama lintas instansi terkait terus berupaya mengevakuasi para warga terdampak.
“Data masih dinamis dari teman-teman pelaksana di lapangan, jadi masih tahapan assessment,” ujar Kabid Penangan Darurat BPBD Jateng, sembari menambahkan bahwa pihaknya kini juga masih dalam tahapan evakuasi masyarakat terdampak, penetapan lokasi dapur umum dan lokasi evakuasi sementara.
Dengan jebolnya penahan air laut tersebut, seluruh aktivitas karyawan dan karyawati baik dari instansi maupun perusahaan, terpaksa dipulangkan demi mengantisipasi dampak banjir air laut yang masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (LE-SM)







