Buleleng, LenteraEsai.id – Drama menegangkan dan penuh perjuangan antara hidup dan mati, dialami nelayan asal Buleleng, Bali bagian utara saat perahunya dibuntang-banting ombak besar dalam kondisi hari yang masih gelap.
Kerasnya bantingan ombak yang berlangsung secara bertubi-tubi, membuat bagian kiri kanan katir perahu menjadi patah. Bersamaan dengan itu, perahu terbalik kemudian lenyap dari atas permukaan air laut yang terhampar membiru.
Namun tergolong mujur, I Made Subagia alias Senger (45), nelayan asal Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng itu, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang meraih sebuah rumpon ikan yang berada di kawasan tempat kejadian.
Dengan sisa tenaganya, Senger berhasil naik kemudian ‘ngetekul’ pada sebuah rumpon ikan yang berada sekitar 25 kilometer ke arah utara pantai Singaraja, Buleleng. Demikian Senger mengisahkan perjuangannya.
Peristiwa tersebut bermuka dari Senger pada Senin dini hari, 23 Mei 2022 sekitar pukul 03.00 Wita, berangkat memancing ke tengah laut dari Pantai Segara Lukluk, Desa Bungkulan menggunakan sebuah perahu.
Namun di luar kebiasaan, di mana Senger yang biasanya sudah pulang ke rumah pada pukul 15.00 Wita, hari itu belum nampak batang hidungnya. Ditunggu oleh pihak keluarganya sampai pukul 19.00 Wita, Senger tidak juga kunjung datang, sehingga anak kandung Senger, Kadek Suardika pergi melapor kepada Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, I Putu Harisandy Mahayuda.
Mendapat laporan, Bhabinkamtibmas cepat merespon dengan menghubungi Kasatpol Air Polres Buleleng, hingga kemudian dilakukan pencarain melibatkan anggota Kelompok Nelayan Segara Lukluk di Bungkulan.
Selain Kasatpol Air AKP Wayan Parta SH bersama personelnya, upaya pencarian juga melibatkan Perbekel Desa Bungkulan I Ketut Kusuma Ardana STP, Koordinator Pos SAR Buleleng Dudi Librana dengan timnya, Komandan Pos AL Celukan Bawang Peltu Wayan Suastika, serta Penata Penanggulan Bencana Ahli Muda atas nama Yudistira dan tim.
Dalam upaya pencarian, dibentuk 5 tim dengan 12 orang nelayan. Pencarian mulai dilakukan pada Selasa, 24 Mei 2022 pukul 05.00 Wita, dan sekitar pukul 07.45 Wita korban telah berhasil ditemukan di salah satu rumpon ikan yang diberi nama Rumpon Merah Putih, terletak sekitar 25 kilometer utara pantai Kota Singaraja.
Sementara perahu milik si nelayan yang diduga kuat sudah hancur berkeping-keping, tidak lagi tampak di atas permukaan air laut.
Kemudian tim gabungan dari Polair Polres Buleleng yang dipimpin Kasatpol Air AKP Wayan Parta SH dan tim Basarnas, mengawal korban dari rumpon hingga ke darat di tepi Pantai Segara Lukuk, Desa Bungkulan, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban saat memancing menggunakan perahu, kemudian cuaca tidak mendukung, sehingga katir bagian kiri kanan perahu korban patah, membuat perahu tenggelam. Selanjutnya korban dengan menggunakan patahan katir berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang hingga berhasil menuju dan meraih sebuah rumpon,” ucap AKP Wayan Parta.
Dikatakan, kini kondisi Senger sudah tampak membaik dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya, meski telah lebih dari 24 jam harus ‘metapa brata’ di atas rumpon yang terapung di tengah lautan membiru. (LE-BL)







