judul gambar
BadungHeadlines

Pilkel Bongkasa, Petahana Ditantang Mantan Ketua BPD dan Seorang Guru

Badung, LenteraEsai.id – Tiga calon tercatat bersaing dalam kancah Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung untuk periode 2022-2028.

Mereka adalah I Ketut Luki (petahana) nomor urut 1, I Made Gunarta (mantan ketua BPD) nomor urut 2, dan IGAG Suarjana SS (guru) nomor urut 3. Ketiganya disebutkan memiliki keunggulan sendiri-sendiri. 

Ketut Luki yang penduduk Banjar Tanggayuda, kembali mencalonkan diri untuk yang kedua kalinya. Sebelum menjabat Perbekel Bongkasa, sempat duduk sebagai anggota DPRD Badung dua periode. Sedang Gunarta dari Banjar Tohpati, sempat menjabat Ketua Badan Musyawarah Desa (BPD) Bongkasa selama dua periode (12 tahun). 

Gunarta juga merupakan praktisi pariwisata serta aktif dalam kelompok yang bergerak bidang sosial. Sementara Suarjana, calon perbekel yang masih bergolong berusia muda, diketahui masih aktif sebagai tenaga pengajar atau seorang guru di daerahnya.

Ketut Luki, calon petahana ketika disambangi LenteraEsai (LE) di rumahnya pada Rabu sore, 18 Mei 2022, tidak berhasil ditemui, karena menurut pendukungnya ia lagi beristirahat. 

“Bapak (Ketut Luki, Red-) baru saja istirahat,” kata salah seorang pendukungnya yang sedang terlibat kesibukan pada bangunan Jineng di rumah calon petahana. 

Malam harinya LE mengontak Ketut Luki via telepon, ia merespon dengan baik. Ditanya apakah dua kompetitornya (Made Gunarta dan IGAG Suarjana) merupakan lawan berat, ringan atau biasa-biasa saja?. Luki tidak bersedia mengomentarinya. 

“Waduh, saya tidak bisa menilai itu. Saya jalan saja. Terserah masyarakat dan yang di Atas (Hyang Widhi),” kata Luki dengan suara nyeroscos.

Ditanya mengenai programnya, Luki menyebutkan kalau terpilih untuk periode kedua, akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di desanya. Akan mencetak SDM di bidang interpreneur (pengusaha) dengan mengundang dan bekerja sama para praktisi di bidangnya. Selain itu juga meningkatkan usaha pertanian dengan menggunakan terkologi tepat guna. 

“Saya juga ada program membuat museum barang pusaka di Desa Bongkasa, untuk bisa menambah destinasi wisata, selain yang telah ada sekarang,” ujarnya menggebu-gebu. 

Sementara calon Perbekel Bongkasa momo 2, Made Gunarta, tidak kalah semangatnya. Ketika dikontak LE via telepon, ia menjelaskan bahwa persaingan akan berlangsung ketat. “Persaingan kami yang cukup ketat akan terjadi pada calon petahana. Di samping itu, para pemilih pada banjar yang tidak mengajukan calon, akan menjadi rebutan,” ucapnya. 

Gunarta mengaku bersama anggota tim suksesnya kini terus bergerak ke tengah-tengah masyarakat menyampaikan program yang diusungnya. Demikian juga calon lainnya.   

Sejumlah program unggulan sudah disiapkan Gunarta kalau terpilih nanti. Seperti memperbaiki management Kantor Desa Bongkasa. Berikut perbaikan aparatur desa. Menata wajah lapangan umum desa yang tepat berada di depan Kantor Desa Bingkasa.

Selain itu, Gunarta juga mengaku akan menata Pasar Desa yang sekarang dinilainya kumuh. Membuat perpustakaan yang memadai. Membuka English Corner, serta memperbaiki saluran irigasi Subak berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung. 

“Saya juga memprogramkan membeli gabah kering milik petani lewat BUMDes. Terus diproses jadi beras dan dijual BUMDes dengan harga standar,” ujar Gunarta bersemangat. 

Selama ini kata Gunarta, saat panen padi petani dibeli tengkulak dengan harga sangat rendah. Sehingga merugikan petani. Padahal biaya proses usaha tani sangat tinggi.  

Selain itu, di bidang pengelolaan pariwisata, seni budaya dan lingkungan juga akan ditingkarkan bekerja sama dengan desa adat, katanya, menjelaskan. 

I Wayan Setiawan, salah seorang penduduk Desa Bongkasa, memprediksi Ketut Luki akan kembali memenangkan Pilkel Bongkasa 2022-2028. Bukan karena calon petahana itu banyak keberhasilan dalam kepemimpinannya pada periode pertama, namun juga karena ia tergolong smart (pintar). 

“Prediksi saya Luki akan menang, walau perolehan suaranya tidak signifikan. Ini dilihat dari kecendrungan masyarakat. Apalagi ia rajin terjun ke masyarakat, tentu pedalema (dikasihani),” ujar Setiawan tanpa tedeng aling-aling ketika ditemui LE di rumahnya di Banjar Tanggayuda pada Rabu, 18 Mei 2022.  (LE-Ima) 

Lenteraesai.id