Denpasar, LenteraEsai.id – Hama tanaman berupa ulat bulu, sejak beberapa hari ini dengan cukup cepat menyebar dan menyerang pepohonan yang tumbuh di sejumlah lokasi di wilayah Denpasar Selatan, Bali.
Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar secara sigap menanggapi keluhan warga masyarakat terkait dengan serbuan hama ulat bulu yang mulai menyerang pepohonan tersebut.
Daerah yang pada Jumat (6/5) siang terpantau mengalami serangan ulat bulu dalam jumlah cukup banyak, antara di wilayah Jalan Sudamala, Banjar Blanjong, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Respon nyata dari petugas telah dilakukan melalui kegiatan pengendalian hama ulat bulu tersebut sejak hari Kamis (5/5) lalu dengan menurunkan tim dari Distan Kota Denpasar.
Tim pengendalian hama ulat bulu yang turun ke lapangan terdiri atas petugas Pengendali Organisma Pengganggu Tumbuhan (PPOT), Brigade Pengendali Hama dan Penyakit, serta aparat dari wilayah setempat melakukan penyisiran area pepohonan yang terkena serangan ulat bulu.
Dalam keterangannya ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya tanggap cepat atas keluhan warga perihal serangan hama ulat bulu kali ini.
“Kami merespon cepat laporan warga. Dan untuk lokasi lain, jika masyarakat memiliki laporan perihal serangan ulat bulu ini, bisa segera melapor ke Kantor Distan. Dengan demikian, segera dapat kami lakukan pengendalian,” ucap AA Gde Bayu.
Perihal obat yang digunakan dalam giat pengendalian itu, AA Gde Bayu mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan bahan kimia. “Kami gunakan pestisida darmabas dalam hand spryer dengan dosis 2-3/liter air. Teknisnya adalah dengan cara menyemprot tanaman yang terserang. Sedangkan untuk areal sawah kami gunakan yang bahan nabati non-kimia,” ujarnya, menjelaskan. (LE-DP)







