Denpasar, LenteraEsai.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Manoarfa melaksanakan serangkaian kunjungan kerja di Provinsi Bali. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kunjungan kerja adalah TPS3R Sekar Tanjung, Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar.
Kedatangan Menteri Suharso Manoarfa yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, disambut Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di TPS3R Sekar Tanjung, Jumat (8/4). Hal ini guna memastikan integrasi penanganan persampahan menuju pelaksanaan G20 di wilayah Kota Denpasar.
Tampak hadir di lokasi kegiatan, Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Kadis DLHK Kota Denpasar IB Putra Wirabawa, Kabag Adbang Cipta Sudewa, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai, Camat Denpasar Selatan I Made Sumarsana, Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, Bendesa Adat Intaran Gusti Agung Alit Kencana serta Komunitas Peduli Sampah di Kota Denpasar.
Pada kesempatan tersebut, seluruh rombongan tampak meninjau penanganan sampah di TPS3R Sekar Tanjung, Desa Sanur Kauh, serta sentra pengolahan kompos di kawasan tersebut.
Di sela kunjungannya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa mengatakan, pihaknya berkomitmen menciptakan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar. Hal ini guna mendukung pelaksanaan G20 di Bali. Sehingga ke depanya sampah di Kota Denpasar dapat ditangani secara optimal.
Sementara Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan, Pemkot Denpasar pada intinya siap melaksanakan sinergi pusat dan daerah guna mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar. Dengan demikian, upaya penanganan sampah terintegrasi dapat terus dioptimalkan.
“Tadi kami sudah berkordinasi dengan stakeholder, bahwa pembangunan TPS3R dan TPST di Kota Denpasar akan terus digenjot, termasuk juga optimalisasi TPST yang telah ada, sehingga secara berkelanjutan upaya peningkatan pengolahan sampah terus dioptimalkan, targetnya sebelum G20,” ujarnya.
Wali Kota kembali mengatakan, pihaknya akan terus berkordinasi untuk sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, yang dalam hal ini Pemprov Bali dan Kota Denpasar guna mewujudkan penanganan sampah terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Denpasar.
“Penanganan sampah juga menjadi program prioritas kami di Kota Denpasar,” ucapnya, menjelaskan. (LE-DP)







