Kelurahan Banyuning Rawan Bencana, Wabup Sutjidra Bantu Warga Terdampak Puting Beliung

Buleleng, LenteraEsai.id – Bencana alam yang belakangan menerpa sejumlah wilayah di Pulau Dewata, memberikan dampak tersendiri bagi beberapa warga.

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang juga Ketua PMI Kabupaten Buleleng, Bali, menyerahkan bantuan kepada salah satu warga yang terdampak puting beliung di lingkungan Banyuning Utara, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng.

Bacaan Lainnya

Bantuan berupa family kit diserahkan langsung pada Rabu (23/2) kepada warga yang berhak menerima di lokasi musibah.

Ditemui usai menyerahkan bantuan, Wabup Sutjidra tidak menampik bahwa daerah sekitar lingkungan Banyuning Utara ini rawan terjadinya bencana alam. Sebelumnya di tempat ini terjadi banjir bandang. Dampak dari banjir lima tahun lalu itu telah ditangani dengan pembuatan bronjong untuk menahan laju air. Dengan dibangunnya bronjong tersebut, tidak ada lagi musibah banjir. “Dua hingga tiga kali musim penghujan di sini sudah aman,” ucapnya.

Warga di pesisir pantai di ingkungan Banyuning Utara memang sudah turun-temurun mendiami wilayah ini. Bahkan ada warga yang rumahnya sudah permanen. Lahan yang didiami ini adalah lahan adat yang disewakan sehingga tidak menjadi masalah. Oleh karena itu, belum ada rencana relokasi dari warga sekitar. “Selama ini tidak ada masalah yang disampaikan warga sekitar sini, mengingat warga yang mendiami juga warga adat,” ucap Sutjidra.

Sutjidra juga meminta kepada warga untuk tetap waspada mengingat bencana bisa terjadi kapan saja. Termasuk bencana puting beliung. Selain penanganan bencana dari pemerintah, warga juga sangat aktif untuk bergotong-royong. Bantuan juga diterima dari warga sekitar lainnya. Dengan begitu, dampak dari bencana bisa ditangani secara kolektif. “Walaupun begitu, saya mengimbau untuk tetap berhati-hati. Gotong-royong di sini juga sangat bagus. Ini merupakan sebuah bentuk dari menyama braya,” ujar Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan itu.

Sementara Made Arya Eka Pertama (47), warga yang terdampak puting beliung di lingkungan Banyuning Utara menyebutkan, pada Minggu, 20 Februari 2022 terjadi hujan lebat disertai petir. Saat itulah, angin kencang tiba-tiba muncul dengan menerbangkan atap rumah miliknya.

Arya Eka bersama istri dan anak-anaknya berlarian ke luar rumah untuk untuk menyelamatkan diri. Tak berselang lama, rumah yang dihuni oleh lima orang anggota keluarga itu hancur berantakan.

“Karena bagian atap beterbangan, seisi rumah menjadi basah oleh air hujan yang turun cukup deras. Akibatnya, istri dan anak-anak saya terpaksa harus pergi mengungsi ke rumah kerabat. Sedangkan saya di sini sendirian menunggu rumah,” ujarnya, menahan sedih. (LE-BL1)

Pos terkait