judul gambar
AdvertorialGianyarHeadlines

Pembangunan Rampung, Pasar Kebanggaan Rakyat Gianyar Diresmikan

Gianyar, LenteraEsai.id – Setelah pembangunannya rampung dikerjakan, pasar kebanggaan masyarakat Kabupaten Gianyar yang digadang-gadang sebagai pasar rakyat termegah di Indonesia, akhirnya pengoperasiannya diresmikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (18/12).

Peresmian Pasar Rakyat Gianyar juga dirangkai dengan peresmian Kantor MDA Kabupaten Gianyar, Gedung Ayodya RSUD Sanjiwani serta pengukuhan Sekar Pucuk Bang sebagai maskot Kota Gianyar.

Di bawah kepemimpinan Bupati I Made Mahayastra, Gianyar terus berbenah, berbagai pembangunan dan terobosan terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperindah wajah Kota Gianyar. Bahkan Bupati Mahayastra berani membangun pasar tradisional dengan anggaran mencapai Rp250 miliar.

“Ini adalah pasar rakyat atau pasar umum atau pasar tradisional termegah di Bali bahkan di Indonesia. Jarang ada kepala daerah yang berani membangun pasar dengan anggaran 250 miliar rupiah, karena secara hitung-hitungan tidak akan menghasilkan apa-apa. Secara hitung-hitungan pula pasar tidak akan menambah PAD, namun di sini ada ribuan rakyat kecil yang mencari penghidupan yang harus kita prioritaskan. Itulah yang dinamakan ideologi marhaenisme,” ujar Bupati Mahayastra.

Pasar Umum Gianyar yang dibangun pertama kali pada tahun 1771 dan direnovasi pada tahun 1994, terbukti telah menjadi ikon Kabupaten Gianyar yang sudah dikenal luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

Memperhatikan bangunan pasar yang sudah tua dan kondisi bangunan sudah tidak layak pakai, telah menyebabkan daya saing Pasar Umum Gianyar menjadi lemah. Melihat itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengambil kebijakan untuk merevitalisasi Pasar Umum Gianyar.

Dengan dilakukannya revitalisasi, Pasar Umum Gianyar diharapkan dapat memulihkan citra pasar umum dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi pasar rakyat yang modern, bersih, tertib, nyaman, dan sejuk, serta lebih berdaya saing, selaras dengan tumbuh berkembangnya pasar modern. Terlebih lagi bisa menjadi ikon baru dan destinasi wisata belanja di Kota Gianyar, ucapnya.

Dikatakan, setelah dilakukan revitalisasi, Pasar Rakyat Gianyar mampu menampung 1.643 unit pedagang di Los, Kios sebanyak 95 unit, dan Toko sebanyak 143 unit. Bupati Mahayastra menekankan dalam pengundian nanti akan berlaku seadil-adilnya kepada seluruh pedagang.

“Hari ini diresmikan, awal Januari sudah ada pengundian terkait dengan tempat jualan di Pasar Rakyat Gianyar ini. Para pedagang jangan khawatir kita akan berlaku seadil-adilnya saat pengundian nanti,” kata Bupati Mahayastra, menandaskan.

Senada dengan itu, Gubenur Bali I Wayan Koster mengatakan, pembangunan Pasar Rakyat Gianyar sangat baik. “Ini arsiteknya bagus sekali. Tampilannya juga sudah sesuai dengan peraturan Gubernur Bali di mana menggunakan aksara Bali di atas tulisan Pasar Rakyat Gianyar kemudian desain gedungnya telah menggunakan energi bersih ramah lingkungan dengan menggunakan panel surya. Ini sesuai dengan peraturan Gubernur Bali Nomor 45 tahun 2020 tentang Penggunaan Energi Bersih dari Hulu Sampai Hilir,” paparnya.

Meski demikian, Gubernur Koster juga mengingatkan agar para pedagang di Pasar Gianyar tidak menggunakan kresek atau plastik sekali pakai. Begitu pula dengan para pembeli agar membawa tas sendiri dari rumah.

Gubernur Koster mengapresiasi kinerja Bupati Mahayastra dalam komitmennya menjaga keberadaan desa adat di Bali. “Sebagai Gubernur saya memprioritaskan pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) provinsi dan kabupaten/kota. Dari 10 kantor MDA, 9 milik kabupaten/kota dan 1 provinsi yang dibangun, semua menggunakan dana CSR dan satu-satunya yang menolak dibantu adalah Bupati Gianyar,” ujar Gubernur Koster.

Tak hanya kepeduliannya kepada desa adat, Gubernur Koster juga mengapresiasi kebijakan Bupati Mahayastra terkait biaya berobat gratis bagi masyarakat Gianyar, terlebih lagi dengan diresmikannya Gedung Ayodya RSUD Sanjiwani akan menambah kenyamanan bagi masyarakat Gianyar yang sedang menjalani pengobatan.

Terkait pembangunan Gedung C Ayodya (Gedung Rawat Inap) RSUD Sanjiwani Gianyar, Bupati Mahayastra mengatakan nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp148,509,244,800, dengan rincian pembangunannya dibiayai melalui dana PEN 2020 sebesar Rp 81,005,095,299, dan dana PEN 2021 sebesar Rp 67,504,149,501.

Adapun Gedung Rawat Inap tersebut terdiri atas Ruangan Isolasi, Ruangan Psikiatri, Ruangan Chemotherapy, RuanganVK Bersalin, Ruangan PICU dan NICU, Ruangan Perawatan Kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas VIP dan kelas VVIP, Ruangan Tetanus, Ruangan Burn Unit serta Stroke Centre.

Sedangkan untuk Kantor MDA Kabupaten Gianyar dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.422.184.286 yang bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar.

Bupati Mahayastra mengucapkan terima kasih kepada seluruh pedagang di Pasar Gianyar karena telah berkorban mau direlokasi sementara saat pembangunan pasar, begitu pula dengan dokter serta tenaga kesehatan RSUD Sanjiwani yang terganggu dan jam kerjanya perlu diatur karena pembangunan Gedung C Ayodya.

“Terima kasih kepada pedagang yang rela direlokasi sementara, tenaga kesehatan yang mungkin terganggu karena ada pembangunan. Namun memang begitu harus ada pengorbanan untuk pembangunan yang lebih baik. Untuk itu saya mohon maaf dan terima kasih atas pengorbanannya,” ucapnya.

Seusai meresmikan Pasar Rakyat Gianyar, Gubernur Koster bersama Bupati Mahayastra dan para undangan berkeliling melihat Pasar Rakyat Gianyar, Kantor MDA Kabupaten Gianyar serta Gedung Rawat Inap RSUD Sanjiwani. (LE-GN1)

Lenteraesai.id