Denpasar, LenteraEsai.id – Tingkat kesehatan masyarakat di wilayah Kota Denpasar belakangan ini semakin menunjukkan angka yang kian membaik dikarenakan kasus Covid-19 diketahui terus melandai.
Kendati demikian, warga masyarakat diinginkan untuk tidak mudah lalai, melainkan tetap mampu mengikuti dan mentaati pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat di manapun berada.
“Meski kasus Covid-19 sudah semakin menurun dan melandai, namun penularan virus dalam skala lebih kecil masih ditemukan. Oleh karena itu, masyarakat jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, ketika dikonfirmasi, Jumat (1/10).
Ia mengungkapkan, kasus sembuh Covid-19 hari ini kembali sukses melampaui penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar. Berdasarkan data resmi pada Jumat (1/10) diketahui kasus sembuh bertambah sebanyak 76 orang, kasus positif Covid-19 bertambah 29 orang, dan 2 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Kondisi ini harus tetap menjadi perhatian bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai atau lalai dengan prokes, tidak menutup kemungkinan kasus Covid-19 sewaktu-waktu bisa kembali meningkat, ucapnya.
Mengingat itu, kini diperlukan kerja sama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat yang harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM, ujar Dewa Rai, menandaskan.
Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kini tercatat 37.441 kasus, angka kesembuhan pasien mencapai 36.107 orang (96,44) persen), meninggal dunia 978 orang (2,61 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 356 orang (0,95 persen).
Dewa Rai mengajak seluruh warga masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level-3 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.
“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah memungkinkan kasus Covid-19 kembali meningkat di Denpasar. Jadi, intinya kapanpun dan di manapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” ucapnya, menegaskan.
Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak-anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas.
“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai
Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai, mengingatkan. (LE-DP)







