Karangasem, LenteraEsai.id – Belalasan hektare lahan yang ditumbuhi aneka tanaman, tercatat ludes diberangus si jago merah yang berkobar dalam kurun waktu empat hari ini di wilayah Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.
Seperti yang kembali terjadi pada Senin (30/8/2021) dini hari sekitar pukul 00:30 Wita, lahan seluas 1.5 hektare milik warga di Banjar Dinas Lebah, Desa Sukadana dilaporkan hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem I Nyoman Tari ketika dihubungi membenarkan bahwa peristiwa kebakaran kini kembali terjadi pada sebidang lahan yang masuk ke dalam wilayah Desa Sukadana, Kecamatan Kubu.
Namun demikian, Kadis Nyoman Tari mengaku belum dapat memastikan asal mula percikan api yang kemudian menjadi besar tersebut, karena masih harus dilakukan penyelidikan di lapangan.
Sementara untuk memadamkan kobaran api pada lahan seluas 1,5 hektare di Banjar Dinas Lebah itu, Damkar Karangasem mengerahkan 13 personel dengan 3 unit armada ke lokasi kejadian, kata Nyoman Tari sembari menyebutkan bahwa jumlah air yang digunakan untuk memadamkan api kurang lebih sebanyak 10.000 liter.
“Bersyukur kobaran api berhasil diatasi oleh petugas yang diterjunkan ke lokasi, sehingga tidak sampai merember ke daerah lainnya yang umumnya ditumbuhi pepohonan dan semak yang mudah terbakar,” ucapnya.
Sedangkan kebakaran lahan yang terjadi pada hari Minggu (29/8/2021) lalu, kata Nyoman Tari, tak tanggung-tanggung menghabiskan lahan seluas kurang lebih 15 hektare di wilayah Desa Sukadana, yang ditumbuhi sekitar 100 batang pohon mangga dan 20 jambu mente.
Lahan seluas 15 hektare yang terbakar siang itu milik 6 orang warga Desa Sukadana. Keenam warga tersebut adalah I Made Maliawan, I Ketut Sukanadi, I Made Mangku Pasar, I Nengah Kari, I Made Kota Taman dan I Nyoman Tari.
“Untuk memadamkan api pada lahan tersebut, Damkar Karangasem menghabiskan air sekitar 20.000 liter yang disemprotkan dari sejumlah mobil pemadam,” kata Nyoman Tari, menjelaskan.
Tidah hanya itu, pada Jumat (27/8/2021) lalu juga sempat terjadi kebakaran di atas lahan seluas 1 hektare di desa yang sama, di mana percikan api yang kemudian menjadi besar diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Dari serentetan peristiwa kebakaran tersebut tidak tercatat menelan korban jiwa maupun luka-luka, terkecuali kegurian material yang jumlahnya kini masih dalam penghitungan aparatur desa setempat. (LE-Jun)







