Badung, LenteraEsai.id – Terkait pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung Dr I Gede Rudia Adiputra mengajak semua pihak dapat secara bersama-sama melaknakaan kebijakan yang digariskan guru wisesa (pemerintah).
Guru wisesa telah menekankan agar masyarakat dapat mentaati protokol kesehatan (prokes) dengan ketat dan penuh kesadaran. Termasuk kebijakan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sekarang ini.
“Mari gunakan intelektual dan hati kita masing-masing. Kalau itu bisa ditaati dan dilakukan secara bersama-sama, saya yakin pandemi Covid-19 berangsur-angsur akan hilang dari muka Bumi Dewata,” kata Rudia Adiputra menjawab pertanyaan media usai pembukaan pendidikan dan latihan (diklat) pemangku yang dilaksanakan warga Pasek Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung belum lama ini.
Ia menyebutkan, dalam Agama Hindu dikenal dengan adanya rwabhineda (dua yang berbeda). Dunia ini juga diatur oleh hukum karma atau Rta. Tidak ada peristiwa yang terjadi karena suatu kebetulan. “Yang mau terjadi terjadilah,” katanya, menjelaskan.
Ditambahkan Rudia Adiputra, kalau masyarakat tidak siap melakssnakan kebijakan pemerintah secara bersama-sama, pasti akan ada kendala. Karenanya, seluruh lapisan masyarakat mulai dari kelompok Brahmacari, Grehasta, Saniasin dan Biksuia hingga orang tua dan remaja, perlu diajak untuk bersama-sama melaksanakan kebijakan yang telah digariskan pemerintah terkait upaya penanganan Covid-19, ucapnya dengan menekankan, tentu harus disertai rasa bakti (doa) kepada Hyang Widhi.
Pantauan pewarta LenteraEsai (LE) di lapangan, terlihat masih cukup banyak warga yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang digariskan dalam PPKM Darurat. Misalnya warung makanan masih meladeni pembeli makan di tempat. Warga masih melakukan kerumunan, tanpa masker dan tidak mencuci tangan.
Anehnya, sarana mencuci tangan yang ditempatkan di depan warung-warung, toko, kantor dan lainnya lebih banyak hanya sekedar pajangan. Hampir tidak ada yang tampak mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.
Celakanya, pihak pemilik toko, warung, kantor dan lain-lain, tidak mengingatkan warga yang datang dengan tidak mencuci tangan itu, dan mereka juga sepertinya lepas dari pengawasan petugas.
Melihat semua itu, Rudia Adiputra mengharapkan semua lapisan masyarakat dapat mematuhi ketentuan yang telah digariskan guru wisesa terkait pelaksanaan PPKM Darurat kali ini, sehingga pada gilirannya virus yang mematikan itu sirna dari Bumi Dewata. (LE/Ima)







