Ditinggal Merantau, Sebuah Bangunan Hangus Terbakar di Bebandem Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Sebuah bangunan dapur berukuran 6X4 meter di Banjar Dinas Beji, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem hangus dijilat si jago merah pada Sabtu (1/5/2021) malam sekitar pukul 22:20 Wita.

Api yang juga sempat merembet ke beberapa unit bangunan lain yang berdiri dalam satu pekarangan, baru dapat dipadamkan setelah 3 mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Karangasem menyusul datang ke tempat kejadian.

Bacaan Lainnya

I Gede Agus Pratama, saksi pelapor atas kejadian itu, saat dikonfirmasi Minggu (2/5/2021) siang, mengaku tidak tahu persis perihal awal timbulnya musibah tersebut, karena jarak lokasi kejadian dengan rumah kediamannya tidak berdekatan.

“Saya lihat api sudah membesar, dan setahu saya rumah tersebut dalam keadaan kosong karena semua penghuninya merantau. Dulu pernah ada yang tinggal di sana, tapi sekarang orangnya sudah meninggal dunia,” ujar Agus Pratama, mengungkapkan.

Saat kejadian Agus Pratama mengaku sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Tanpa sengaja tiba-tiba melihat berkobar api dari arah rumah korban. Melihat kejadian tersebut, ia langsung melapor kepada OPS Damkar.

Menerima laporan, sebanyak 14 petugas Damkar Karangasem langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan 3 armada mobil pemadam. Setelah menghabiskan sekitar 5.000 liter air, kobaran api akhirnya dapat dipadamkan dengan waktu tidak terlalu lama, sehingga tidak sampai merembet ke bangunan milik tetangga di dekatnya.

Untuk memadamkan api, petugas Damkar juga dibantu oleh aparat TNI dan kepolisian serta warga masyarakat setempat dengan menyiramkan air menggunakan ember ke tengah amukan si jago merah. Bahkan upaya tersebut telah dilakukan sebelum petugas pemadam datang ke lokasi.

Kepala Dusun Beji Kadek Ari Agustini saat dikonfirmasi terpisah menuturkan jika kebakaran tersebut diperkirakan terjadi akibat adanya korsleting aliran listrik. 

“Bangunan yang hangus terbakar merupakan ruang dapur. Ada juga beberapa unit bangunan lain dalam satu pekarangan yang ikut terjilat kobaran api, namun tidak total, hanya beberapa bagian saja,” ucapnya.

Musibah pada bangunan yang dalam keadaan kosong tersebut tidak disebutkan menelan korban jiwa maupun luka-luka, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta, kata Agustini, menjelaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait