Rumah yang ‘Markas’ Veteran di Badung Menyongsong Dibongkar, Terkait Bedah Rumah

Badung, LenteraEsai.id – Pada Penampahan Kuningan, Jumat, 23 April 2021 lalu, pewarta LeteraEsai (LE) diundang ke rumah keluarga I Nyoman Soda (65) di Banjar Sedang Kaja, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Hadir di kediaman putra seorang Veteran pejuang kemerdekaan siang itu, tampak sudah berkumpul sejumlah anggota keluarga I Nyoman Soda.

Bacaan Lainnya

I Nyoman Soda dan saudaranya lantas menyampaikan kisah perjuangan ayahnya, I Ketut Jiwi (almarhum) dan ibunya, Ni Ketut Susun ketika masa penjajahan Belanda/NICA dan pendudukan Jepang. Hingga setelah kemerdekaan mereka mendapat pengakuan sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia dari pemerintah, yakni dari Departemen Pertahanan RI.

Surat Veteran itu dikeluarkan 5 Desember 2009 ditandatangani Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro. Dengan NPV: 13.034.911 untuk I Ketut Jiwi. Dan untuk Ni Ketut Susun dengan NPV; 13.034.928. “Kami bangga kedua orang tua ikut dalam perjuangan masa penjajahan dulu. Merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI,” papar Soda, bersemangat.

Nyoman Soda mengisahkan, rumahnya pada masa penjajahan dulu pernah dibongkar tentara Belanda, karena digunakan sebagai tempat persembunyian sekaligus ‘markas’ oleh para pejuang dari sejumlah daerah/kabupaten di Bali. Seperti dari Kabupaten Gianyar, Tabanan, Badung dan lainnya.

Seiring dengan perannya sebagai ‘markas’, tak jarang di areal rumah almarhum ayah Soda, diwarnai pertumpahan darah. Kaum penjajah memberondongkan tembakan ke rumah tersebut. “Bapak dan Ibu kami sering menyampaikan perihal itu (rumah dipakai menyembunyikan para pejuang dari berbagai daerah/wilayah). Hingga rumah kami sempat dibongkar dan anggota keluarga harus mengungsi,” ucapnya.

Mengenai rumahnya yang pernah dihancurkan pada zaman penjajahan, lanjut Soda, selain diceritakan kedua orang tuanya, juga anggota Veteran lainnya, baik yang berasal dari Desa Sedang maupun dari desa-desa tetangga. Mereka merupakan saksi-saksi nyata.

“Di halaman rumah kami ini (sambil nunjuk ke halaman rumah Red-), ada semacam lubang tempat sembunyi (bunker). Tetapi sudah diurug. Namun kalau saat turun hujan, air hujan cepat sekali tersedot ke bekas lubang tersebut,” kata Soda yang merupakan Jero Mangku Pura Melanting itu.

Terkait rumahnya yang bernilai sejarah di masa perjuangan melawan penjajahan, Nyoman Soda bermaksud mengajukan bedah rumah dan perbaikan lingkungan. Rencana itu sudah mendapat dukungan saudara-saudaranya. Juga dukungan dari Perbekel Desa Sedang, I Gede Budiyoga. Pihaknya tertarik mengajukan bedah rumah dan perbaikan lingkungan, karena ada sumber yang memberi informasi itu. Selain itu, sebelumnya sudah pernah turun tiga unit bedah rumah untuk Veteran di Bali dari pusat (Jakarta). Yakni untuk anggota Veteran Pejuang di Buleleng, Tabanan dan Denpasar.

“Jadi bedah rumah yang kami ajukan ke pusat. Karena sebelumnya sudah ada yang turun,” tutur pria empat orang bersaudara itu.

Di balik semangatnya akan mengajukan bedah rumah untuk Veteran ke Jakarta, ia mengaku masih terkendala mekanismen dan alur administrasinya. Instansi mana saja di daerah (kabupaten dan provinsi) yang harus dilalui. Karena belum punya pengalaman.

Sehubungan dengan itu, Nyoman Soda mengharapkan kepada warga atau keluarga Veteran pejuang sudah pernah mengurus, dapat untuk sharing pengalaman. “Beberapa hari lalu tiang (saya) masuk ke Dinas Sosial Badung, eh malah disuruh ke Bagian Pemuda dan Olahraga. Sampai di sana, lagi disarankan ke Dinas Sosial. Bingung jadinya,” kata Soda menceritakan upayanya untuk mendapat bedah rumah, sambil melempar senyum dikulum.  (LE-Ima)

Pos terkait