Karangasem, LenteraEsai.id – Ni Luh Dewi Astiti (42) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah kamar mandi rumahnya di lingkungan Telugtug Temega, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem.
Kapolsek Kota Karangasem Kompol I Wayan Subrata saat dikonfirmasi, Senin (5/4) membenarkan adanya wanita yang telah gantung diri pada hari Minggu (4/4) lalu. “Benar, kemarin telah terjadi peristiwa gantung diri di sebuah kamar mandi,” katanya.
Suami korban, I Wayan Sudiatmika, menerangkan bahwa 2 hari sebelum Dewi Astiti ditemukan gantung diri, dia sempat ngambek karena cincin emas miliknya dijual untuk modal usaha oleh kakak ipar korban.
“Korban sempat ngambek dan pergi ke kampung halamannya, sehingga saya kemudian menjemputnya untuk diajak kembali pulang ke rumah,” kata Sudiatmika.
Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi Ni Wayan Sutiasih, yang pertama kali menemukan korban gantung diri di kamar mandi mengatakan, saat itu saksi sedang sakit perut dan hendak buang air besar, tapi di dalam kamar mandi masih ada orang karena pintunya tertutup.
Sutiasih menceritakan, karena sudah cukup lama menunggu dan tidak ada yang keluar, saksi akhirnya menggedor pintu kamar mandi, tapi tidak ada yang membuka pintu.
“Karena tidak ada yang membuka pintu, saya akhirnya mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka,” kata Sutiasih yang mengaku langsung terperanjat kaget melihat korban sudah tergantung dengan leher terikat sehelai selendang warna-warni di dalam kamar mandi.
Melihat kejadian tersebut, Sutiasih mengaku berusaha mengangkat korban tapi tidak kuat, kemudian saksi berteriak minta tolong, datang anak saksi I Putu Agus Setiawan yang kemudian memotong selendang yang digunakan korban menggantung diri.
Setelah selendang berhasil dipotong, korban langsung digotong ke dalam kamar tidur, namun diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Karangasem.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter dan pihak kepolisian yang turun ke tempat kejadian, tidak ditemukan adanya unsur atau bebas tindak kekerasan pada tubuh korban.
“Keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas kematian korban yang murni karena gantung diri, sekaligus menyatakan tidak akan menuntut siapapun atas kejadian tersebut,” kata Kompol Subrata, menjelaskan.
Ditanya tentang motif korban nekad gantung diri, Kapolsek menyebutkan sejauh ini diduga karena ada masalah dalam keluarga. Namun untuk lebih jelasnya, masih harus dilakukan penyedidikan lebih lanjut. (LE-Jun)







