Gianyar, LenteraEsai.id – Tim SAR gabungan bersama masyarakat yang turun melakukan upaya pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani (37) yang jatuh ke aliran Tukad Petanu di daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, hingga hari keenam, Selasa (23/3) belum berhasil menemukan korban.
Seperti telah diberitakan, Ni Komang Ayu Ardani yang membonceng anaknya Putu Kevin Ramansa (10) dan mertuanya Ni Ketut Rindit (55), pada Kamis (18/3) malam lalu tiba-tiba sepeda motornya jatuh kecemplung ke aliran Tukad Petanu di samping Jembatan Laplapan, Ubud.
Bocah Kevin yang nyangkut di antara rimbunan semak-semak di pinggir sungai berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara Ketut Rindit ditemukan telah meninggal dunia. Untuk korban Ayu Ardani, hingga kini masih dalam upaya pencarian.
Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana SIK SH MH tampak melaksanakan pemantauan dan pengecekan terhadap personel Polres Gianyar yang sejak pagi hingga sore itu ambil bagian dalam upaya pencarian terhadap korban Ayu Ardani.
“Pencarian saat ini sudah memasuki hari keenam, namun korban belum juga berhasil ditemukan,” ujar Kapolres Adnyana di lokasi kejadian.
Kapolres yang didampingi Kasatpol Air Polres Gianyar Iptu I Wayan Antariksawan SH menjelaskan, pencarian masih tetap dilaksanakan dan petugas dibagi menjadi tiga titik lokasi pencarian, yaitu di tempat jatuhnya korban, seputaran aliran sungai menuju Goa Gajah, dan dari anak sungai Tengenungan hingga ke utara.
Kapolres Gianyar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada personel Polres Gianyar, BPBD Kabupaten Gianyar, Sabhara Polda Bali, Brimob Polda Bali dan warga masyarakat yang sangat berpartisifasi dalam upaya pencarian korban.
“Semoga korban cepat ditemukan, kami sangat berharap dukungan dan doa dari segenap warga masyarakat,” ujar Kapolres Adnyana, mengharapkan.
Upaya pencarian tidak hanya telah ditempuh oleh tim SAR gabungan dengan terjun langsung mengubek aliran sungai dan semak-semak di sekitar tempat kejadian, tetapi juga telah dilakukan melalui jalur niskala dengan menghaturkan sejumlah sesajen, lengkap dengan tetabuhan, dengan harapan korban secepatnya dapat ditemukan. (LE-GN)







