Pandemi Covid-19, Taman Soekasada Ujung Alami Kesulitan Biaya Operasional

Amlapura, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan sektor pariwisata telah membuat situs cagar budaya kebanggaan Kabupaten Karangasem yaitu Taman Soekasada Ujung mengalami kesulitan dalam biaya operasional.

Kepala Badan Pengelola Taman Soekasada Ujung Ida Made Alit ketika ditemui di Amlapura, Rabu (17/3) mengatakan, saat ini pihaknya sangat kesulitan biaya operasional, terutama untuk membayar gaji para karyawan. Selain itu, pengelola taman juga harus membayar listrik, air, wifi dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

“Tapi, sebagaimanapun sulitnya biaya operasional, kami tidak mungkin merumahkan karyawan. Hanya saja, kami menyiasati dengan melakukan pemotongan gaji sebesar 50 persen,” kata Ida Made Alit, mengungkapkan.

Ia menyebutkan, sebenarnya pemotongan gaji karyawan sudah dilakukan pihaknya sejak awal berjangkitnya Virus Corona di Bali, yaitu pada Maret 2020. Karena saat itu Taman Soekasada Ujung sempat tutup selama 4 bulan, jadi tidak ada pemasukan sama sekali.

Setelah pemerintah menyatakan new normal, baru Taman Soekasada Ujung dibuka kembali, tapi pengunjung sangat sepi. Yang datang melancong hanya wisatawan domestik. Itupun hanya beberapa orang saja setiap bulannya, jadi belum bisa menutupi seluruh biaya operasional, ucapnya.

“Kondisi yang lumayan ramai hanya saat hari raya, seperti Galungan dan Kuningan. Tapi itupun belum bisa menutupi kekurangan biaya operasional termasuk untuk gaji para karyawan yang kini jumlahnya 50 orang,” ujar Ida Made Alit, menjelaskan.

Ida Made Alit menyebutkan, meskipun sepi pengunjung, namun kebersihan, kenyamanan serta keasrian Taman Soekasada Ujung harus tetap terjaga dan terawat sebagaimana mestinya.

“Kami bersyukur para karyawan setiap harinya tetap semangat bekerja, meskipun gaji mereka telah dipotong sebesar 50 persen,” katanya seraya menambahkan, para karyawan nampaknya menyadari dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Terkait dengan kesulitan yang dialami pihak pengelola taman tersebut, Ida Made Alit sangat berharap adanya perhatian dan kepedulian dari semua pihak, terutama pemerintah daerah untuk dapat membantu kendala operasional yang terjadi saat ini.

Selain mengharapkan adanya bantuan dana operasional bagi taman yang merupakan peninggalan Raja Karangasem itu, Ida Made Alit juga berharap kunjungan wisatawan mancanegara secepatnya dapat dibuka kembali.

“Dengan adanya vaksinasi Covid-19 sejak beberapa pekan ini, mudah-mudahan tingkat penyebaran virus menjadi berkurang bahkan sirna dari masyarakat, sehingga sektor pariwisata kembali bangkit dan dibuka untuk para wisatawan mancanegara,” ucapnya, berharap.

Sejauh ini, sebagian besar warga terutama dari kalangan tenaga kesehatan, aparatur pemerintahan dan unsur pelayan masyarakat lainnya di Kabupaten Karangasem, diketahui telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Jadi dalam waktu dekat ini nampaknya tinggal menyasar warga masyarakat secara umum.

“Menurut saya vaksinasi ini sangat bagus. Dengan vaksinasi kita satu langkah lebih maju. Mudah-mudahan Covid-19 segera hilang sehingga pariwisata Bali secepatnya bangkit kembali,” ujar Ida Made Alit, menandaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait