HeadlinesKarangasem

Sempat Ingin Berhenti Kerja, Tapi Keburu Meninggal Dunia Tertimpa Pohon Saat Bekerja

Karangasem, LenteraEsai.id – I Wayan Nuri Astawa (34), korban yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon di jalan raya Dusun Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem meninggalkan duka yang mendalam dari pihak keluarga korban.

Saat ditemui di rumah duka di Banjar Dinas Suluban, Desa Seraya Barat, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Senin (1/3/2021), pihak keluarga tampak belum bisa menerima kepergian korban yang sangat mendadak tersebut.

Dari pantauan di lokasi, suasana duka masih sangat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga terutama sang istri Ni Ketut Citra yang terus menangis di samping jenazah korban yang ditempatkan di ruang tamu rumah korban.

Ayah korban, I Made Masdita, menuturkan bahwa almarhum Nuri Astawa  meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih terbilang kecil, yaitu anak pertama masih duduk di kelas 6 SD, anak kedua kelas 3 SD sedangkan anak ketiga masih berusia 4,5 tahun.

“Ia (korban) merupakan anak yang sangat baik dan polos. Selain itu juga sangat bertanggung jawab terhadap keluarga,” kata Masdita dengan mimik wajah sendu menahan kesedihan.

Masdita mengatakan bahwa anaknya yang meninggal dunia di atas mobil milik perusahaan tempatnya mencari nafkah, terhitung baru satu bulan bekerja di toko yang menjual beras itu.

Di toko tersebut, sejauh ini Nuri Astawa disebutkan menerima gaji harian, yakni sebesar Rp50 ribu per hari.

“Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh bangunan, tapi karena belakangan ini tidak ada yang membangun, jadi ia memutuskan untuk mencari pekerjaan lain hingga akhirnya dapat kerja di toko beras,” kata Masdita. 

Masdita menambahkan, beberapa hari yang lalu korban juga sempat mengatakan ingin mencari pekerjaan lain, yang gajinya lebih tinggi. “Dan kemarin sebenarnya korban berencana berhenti bekerja di toko tersebut, tapi nasib memang tidak ada yang tahu, korban keburu tertimpa pohon dan meninggal dunia di atas mobil saat bertugas mengantar beras,” ucapnya.

“Kemarin sebenarnya tepat satu bulan ia kerja di toko tersebut, dan kemarin juga ia berencana untuk berhenti bekerja, ingin mencari pekerjaan lain,” ujar Masdita, mengulangi perkataannya.

Sementara itu, Ni Luh Supartini, rekan kerja korban di toko beras mengatakan, selama ini Nuri Astawa dikenal sangat baik dan rajin saat bekerja di toko.

Ricki, sang pemilik toko, juga mengaku sangat kehilangan pegawai yang dikenal sangat rajin dan juga humoris itu. “Saya sangat senang mengajak ia bekerja karena sangat rajin, dan kini saya merasa sangat kehilangan walaupun ia baru sebulan bekerja di sini,” katanya, penuh haru.

Seperti telah diberitakan, sebatang pohon berukuran cukup besar, hari Minggu (28/2) tumbang di Kecamatan Bebandem, tepatnya di pinggir jalan raya Dusun Telaga, Desa Sibetan, merenggut nyawa seorang kernet mobil boks pengangkut beras dan seorang sopirnya menderita luka-luka.

I Wayan Nuri Astawa (34), warga asal Banjar Dinas Suluban, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, meninggal dunia di TKP setelah mobil boks DK-9419-SD yang dia tumpangi tertimpa pohon tepat di bagian depan mobil.

Sementara sopir mobil atas nama Kadek Juliawan (30) yang tergencet batangan pohon yang menindih bagian depan mobil, berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan perawatanh atas luka-lukanya.

Warga sekitar bersama-sama dengan petugas kepolisian, BPBD dan Basarnas Karangasem, cukup kesulitan untuk dapat mengeluarkan tubuh Nuri Astawa yang sudah tak lagi bernyawa, karena terjepit bodi mobil yang ringsek dihantam pohon.

“Tadi kami membutuhkan waktu 30 menit untuk bisa mengeluarkan korban yang tergencet oleh bodi depan mobil yang ringsek tertimpa batangan pohon cukup besar tersebut,” kata Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana, di tempat kejadian pada Minggu (28/2) sore.  (LE-Jun) 

Lenteraesai.id