HeadlinesKarangasem

Angin Kencang Hantam Karangasem, Seekor Sapi Jadi Korban dan Dua Warga Meninggal

Karangasem, LenteraEsai.id – Musibah angin kencang dan hujan lebat yang belakangan melanda sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Karangasem, Bali, mengakibatkan robohnya puluhan pepohonan hingga menimbulkan korban jiwa manusia dan nyawa seekor sapi turut melayang.

Pohon yang tumbang malang melintang di jalanan juga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, dan bahkan merusak sejumlah bangunan milik penduduk di beberapa daerah Kabupaten Karangasem. 

Melalui siaran pers kepada media massa Minggu (28/2/2021) malam, Kalaksa BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kecepatan angin di Bali bagian timur hingga menimbulkan bencana di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Karangasem, diketahui bahwa sampai Minggu (28/2) malam pukul 20.00 Wita, bencana telah terjadi di 48 titik lokasi.

“Sampai dengan rilis ini dibuat, sudah dapat tertangani di 19 titik lokasi, baik oleh Tim TRC BPBD Kabupaten Karangasem sendiri, maupun dibantu oleh Koramil, Polsek, Pos SAR Karangasem, Tim PLN Karangasem, Camat dan tim kecamatan, petugas Balai Jalan Nasional, petugas PUPR Propinsi Bali, petugas PUPR Kabupaten Karangasem, DLH Kabupaten Karangasem, masyarakat serta relawan yang ada di kokasi bencana. Sedangkan 29 titik lokasi kejadian lainnya akan kami lanjutkan esok hari, Senin,” ujar Kalaksa Arimbawa.

Dia melanjutkan, berdasarkan data laporan dan hasil penanganan bencana, angin kencang yang terjadi di Kabupaten Karangasem telah menyebabkan puluhan pohon berbagai jenis bertumbangan hingga mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan seperti rumah, dapur, dan beberapa fasilitas umum milik warga.

“Selain itu, bersama ini pula kami sampaikan dampak dari bencana tersebut juga telah menimbulkan korban jiwa terhadap 2 orang warga yang meninggal dunia akibat tertindih pohon tumbang saat melintas di jalan raya,” ucapnya.

Dua korban yang meninggal dunia tersebut ialah I Wayan Nuri Astawa, penduduk Banjar Dinas Bungkulan, Desa Seraya Barat,  dan Ngurah Putu Arya, werga Banjar Dinas Pangi Tebel, Desa Antiga Kelod. Di samping itu, pohon tumbang juga telah mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam penanganan bencana, baik yang bergabung bersama tim kami maupun yang melakukannya secara mandiri. Bencana adalah urusan bersama, sehingga dalam penangan bencana esok hari maupun ke depannya, kami sangat membutuhkan bantuan serta partisipasi berbagai pihak,” katanya.

Selain korban jiwa manusia, musibah angin kencang dan pohon roboh juga telah merenggut nyawa seekor hewan ternak sapi yang terjadi di Banjar Bengkel, Antiga Klod, Kecamatan Manggis, Karangasem pada Minggu, 28 Februari 2021.

Seekor sapi piaraan penduduk yang sedang ditambatkan pada sebatang pohon untuk merumput, mendadak tertimpa pohon kelapa yang tumbang mengenai bagian pangkal leher hingga sapi jatuh sekarat meregang nyawa, kemudian mati di tempat kejadian.

Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG, untuk tanggal 1 Maret 2021 masih berpotensi terjadi hujan dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat di wilayah Kabupaten Karangasem.

“Untuk itu, kami imbau kepada masyarakat dapat melaksanakan mitigasi bencana berupa penebangan pohon tinggi milik pribadi, tidak berada di bawah pohon ketika hujan dan angin kecang, Selain itu kepada para penunggang kendaraan bermotor hendaknya lebih berhati-hati saat melintas di tengah turunnya hujan disertai angin kencang,” kata Kalaksa BPBD Karangasem menyampaikan imbauan.  (LE-KR) 

Lenteraesai.id