Polisi Belum Temukan Titik Terang Atas Kasus Rampok Berpedang di SPBU Benoa

Denpasar , LenteraEsai.id – Polisi yang melakukan penyelidikan hingga kini belum menemukan titik terang atas kasus perampokan yang dilakukan seorang pria bersenjatakan pedang di SPBU Nomor 54.801.51 di Jalan Raya Benoa, Pesanggaran, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan ketika dikonfirmasi, Jumat (5/2), mengakui bahwa pihaknya masih cukup kesulitan untuk dapat menelusuri identitas si pelaku kejahatan.

Bacaan Lainnya

Kesulitan terjadi sehubungan aksi perampokan pada Kamis (28/1) sekitar pukul 19.54 Wita itu benar-benar sudah direncanakan dengan matang oleh si pelakunya, ucapnya.

Seperti telah diberitakan, seorang pria yang datang mengendarai sepeda motor ke SPBU di Jalan Raya Benoa yang dijaga dua karyawan wanita, telah menodongkan sebilah pedang sebelum berhasil merampas uang tunia sebanyak Rp 10 juta.

Kombes Jansen menyebutkan, pelaku datang ke lokasi menggunakan sepeda motor tanpa memasang plat nomor polisi. Selain itu, pelaku juga menggunakan pakaian serba tertutup. Pakai jaket, celana panjang, pakai helm dan pakai masker.

Meski aksinya terekam jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian, namun gambar video yang muncul tidak mengidentifikasi tentang ciri-ciri spesifik dari si pelaku, katanya.

“Pelaku telah merencanakan aksinya dengan matang. Pelaku sengaja melepas plat nomor motornya. Selain itu pelaku juga sudah mempersiapkan sebuah pedang,” ucap Kombes Jansen dengan menambahkan, semua itu dilakukan pelaku untuk tujuan menghilangkan jejak dan identitas pribadinya.

Guna mengantisipasi adanya tindak pidana sejenis di wilayahnya, kata Kombes Jansen, pihaknya kini memaksimalkan kegiatan rutin yang ditingkatkan.

Kepada warga masyarakat, terlebih para pemilik lahan usaha, Kapolresta tidak henti-hentinya meminta untuk senantiasa dapat meningkatkan kewaspadaan dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

“Pelaku usaha hendaknya dapat melengkapi tempat usahanya dengan kamera CCTV. Selain itu juga menempatkan tenaga Satpam. Jangan sampai melepas karyawati bekerja sendiri. Setidaknya ada pendamping pria. Kalau dibiarkan perempuan semua, ini bisa jadi pemicu munculnya niat pelaku kejahatan. Apalagi didukung kondisi lingkungan yang sepi,” ujarnya, menandaskan.  (LE-DW)

Pos terkait