Longsor Sumedang Renggut 29 Jiwa dan 11 Warga Lainnya Masih Dalam Upaya Pencarian

Sumedang, LenteraEsai.id – Sebanyak 11 warga yang dinyatakan hilang pada bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (16/1) sore, kini masih dalam upaya pencarian tim SAR gabungan.

Tim SAR (search and rescue) yang terus menguak material longsoran, menyusul menemukan 4 korban meninggal dunia yang terhimpit di sela-sela gundukan tanah merah bercampur bebatuan dan ranting-ranting pepohonan di antara puing-puing bangunan yang roboh.

Bacaan Lainnya

Merujuk data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Minggu siang, 17 Januari 2020, total korban yang telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan sejak Sabtu petang berjumlah 29 orang dalam keadaan telah meninggal dunia.

Sementara 11 warga lainnya yang dinyatakan hilang pada bencana gerakan tanah itu, hingga kini masih dalam upaya pencarian tim SAR gabungan dibantu warga masyarakat setempat.

Namun demikian, upaya pencarian korban nampaknya cukup terkendala oleh turunnya hujan yang cukup lebat pada Minggu (17/1) siang, sehingga tidak menutup kemungkinan longsor susulan bisa terjadi, mengingat struktur tanah di kawasan bencara tergolong cukup labil.

Pihak Badan Geologi menginformasikan tentang masih dimungkinkan munculnya longsor susulan sehubungan ada retakan di beberapa titik lokasi longsor, sehinggga tim gabungan perlu menjaga keselamatan saat melakukan evakuasi.

Tim gabungan mengerahkan 4 alat berat dalam proses pencarian dan evakuasi korban yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sehubungan tumpukan material longsoran tergolong cukup besar.

Data sementara sebanyak 1.020 jiwa pergi mengungsi dengan menempati Pos Pengungsian Lapangan Taman Burung Sumedang dan rumah-rumah kerabat yang aman dari potensi longsor.

Perlu diketahui, longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat itu terjadi pada Sabtu (16/1) sore. Longsor terjadi dua kali, pertama pukul 16.00 WIB dan longsor susulan pada pukul 19.00 WIB. (LE-SM)

Pos terkait