Jaga Citra Positif Pariwisata, Gubernur Minta Sampah di Pantai Secepatnya Dibersihkan

Tumpukan sampah di Pantai Kuta, Badung

Badung, LenteraEsai.id – Di tengah padatnya kegiatan penanganan pandemi Covid-19, dan menerima masyarakat serta tamu penting dari pusat, Gubernur Bali Wayan Koster menyempatkan diri memantau langsung pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 ke sejumlah destinasi wisata pada Jumat (1/1) sore.

Didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Gubernur Koster meninjau beberapa objek wisata di Kabupaten Badung, mulai dari Pantai Kuta, Pantai Petitenget, sampai ke Pantai Batu Bolong di Canggu.

Bacaan Lainnya

Diguyur hujan gerimis, di Pantai Kuta gubernur dan rombongan menyaksikan pantai yang cukup sepi. Tidak banyak wisatawan atau warga masyarakat yang berkerumun di kawasan itu.

Sementara beberapa pengunjung yang sore itu datang ke Pantai Kuta, di hadapan Gubernur Koster sempat mengeluhkan terkait menumpuknya berbagai jenis sampah di sepanjang pesisir pantai, mulai dari sampah plastik, potongan kayu, hingga sampah dari styrofoam.

Atas kondisi itu, Gubernur Bali yang berkomitmen melakukan perjuangan pengurangan plastik sekali pakai dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, berharap kebersihan pesisir Pantai Kuta  mendapat perhatian serius dan segera dibersihkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

“Pemda Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta yang dilengkapi Posko dengan sarana dan prasarananya serta tenaga yang memadai, sehingga bisa bertindak cepat dalam hitungan jam untuk membersihkan sampah kiriman yang datang secara tiba-tiba. Apalagi di dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, yakni di musim hujan dan banyak wisatawan yang berkunjung, maka sistem pengelolaan sampah harus berfungsi dalam 24 jam penuh,” ucapnya.

Melalui sistem pengelolaan yang beroperasi selama 24 jam dalam sehari, dengan sendirinya tidak harus menunggu hari esok untuk melakukan aksi pembersihan sampah kirimin, kata Gubernur Koster dengan menekankan bahwa penanganan sampah harus cepat dan tepat, karena pada setiap musim hujan selalu terjadi adanya sampah kiriman dari daerah lain ke Pantai Kuta.

Gubernur menyebutkan, kejadian seperti ini sudah berulang setiap tahun. Mengingat itu, sudah seharusnya dibuatkan sistem penanganan khusus yang melibatkan desa adat.

Usai melakukan kunjungan ke Pantai Kuta, gubernur dan rombongan  mengunjungi Pantai Petitenget. Di pantai ini, Gubernur Koster disambut oleh Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana dan tidak melihat adanya pengunjung yang melanggar protokol kesehatan, termasuk tidak melihat adanya tumpukan sampah di sepanjang pesisir pantai yang berlokasi di Desa Kerobokan tersebut.

Sedangkan di lokasi terakhir, yakni di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini diterima langsung oleh Perbekel Desa Canggu I Nengah Lana dan Bendesa Adat Canggu Nyoman Sujapa. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini meminta kepada Perbekel dan Bendesa Adat Canggu, termasuk pihak kepolisian agar selalu memperhatikan aktivitas masyarakat yang berada di pantai.

“Orang yang berenang di Pantai Batu Bolong ini sangat banyak, saya minta petugas terkait untuk siap siaga melakukan pengaman pantai ‘lifeguard’,” ujarnya seraya menegaskan tentang protokol kesehatan yang wajib untuk dilaksanakan secara ketat oleh pada wisatawan, baik domestik maupun asing yang menetap di Desa Canggu.

Mengenai sampah yang ada di dekat pintu masuk Pantai Batu Bolong, Gubernur Koster dengan tegas meminta agar segera dibersihkan, supaya citra positif tentang pesona pantai ini selalu terjaga di mata wisatawan. “Kita harus rawat dengan baik kebersihan pesisir pantai ini, karena ini adalah sumber pendapatan masyarakat sekitar maupun pemerintah,” katanya, menandaskan.  (LE-BD1)

Pos terkait