Denpasar, LenteraEsai.id – Massa yang mengatasnamakan sebuah perguruan beladiri dan kebatinan melakukan orasi di luar pagar halaman Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (28/10).
Selanjutnya, beberapa perwakilan oleh petugas pengamanan dipersilahkan masuk ke bagian halaman Kantor DPD RI guna melakukan dialog dengan Komite I Bidang Hukum DPD RI, Arya Wedhakarna (AWK)
Namun dialog yang ditawarkan AWK ditolak dan massa tetap berorasi. Akhirnya AWK turun menemui pendemo ke halaman kantor, dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam ruang Kantor DPD RI Provindi Bali.
Mendapat tawaran untuk dialog di ruangan itu, demonstran yang berjumlah sekitar 30 orang, dengan luapan emosi menghina dan menghujat AWK dengan kata-kata kasar.
Tidak hanya itu, dua peserta demo tiba-tiba merangsek mendekat kemudian melakukan pemukulan terhadap Senator AWK. Namun beruntung, beberapa pendemo yang lain menghadangnya sehingga peristiwa tidak menjadi semakin runyam.
Bersamaan dengan itu, aparat kepolisian dan petugas keamanan kantor yang berjaga-jaga, dengan sikap merelai keadaan hingga peristiwa dapat dikendalikan.
Saat ini, AWK sedang melaporkan hal tersebut ke Markas Polda Bali, sekaligus melakukan visum et repertum atas kasus pemukulan yang dialaminya.
Diperoleh keterangan, massa demonstan sudah sejak beberapa hari ini dibuat kesal oleh ucapan AWK di media sosial yang dinilai mendiskreditkan agama Hindu dan melecehkan kepercayaan masyarakat Hindu atas beberapa tempat suci yang mereka yakini dan warisi secara turun-temurun. (LE-DP)







