Denpasar, LenteraEsai.id – Bank Indonesia (BI) melakukan pertemuan dengan kalangan pers terkait pembahasan tentang perkembangan perekonomian Bali terkini serta kebijakan yang diambil Bank Indonesia.
Dalam pertemuan itu, dibahas tentang kebijakan BI dalam upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah adanya inflasi, dengan cara mempertahankan suku bunga kebijakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada September 2020, di angka 4,00%.
“Sebelumnya, BI telah empat kali menurunkan suku bunga, yaitu pada Februari, Maret, Juni, dan Juli 2020, masing-masing sebesar 25 bps,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho pada pertemuan yang berlangsung di Denpasar, Senin (21/9).
Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas, termasuk dukungan kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020.
Lebih lanjut Trisno memaparkan bahwa perekonomian global secara bertahap mulai membaik. Perkembangan ini terutama didorong oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), sedangkan kinerja perekonomian Eropa, Jepang, dan India belum kuat.
Perkembangan positif di Tiongkok dan AS sejalan dengan melandainya penyebaran Covid-19 yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat global ke level ekuilibrium normal baru dan dampak stimulus moneter dan fiskal yang cukup besar, kata Trisno, menjelaskan. (LE-DP)







