judul gambar
BulelengHeadlines

Sekretaris GTPP Imbau Pengelola DTW Segera Ajukan Permohonan Sertifikat Pariwisata

Singaraja, LenteraEsai.id- Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengimbau para pengelola daerah tujuan wisata (DTW) segera dapat mempersiapkan segala persyaratan untuk dapat membuka dan beroperasi kembali pada era new normal.

Segera ajukan sertifikat pariwisata sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk dapat beroperasi pada tatanan hidup era baru atau new normal dengan aman, kata Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa dalam jumpa pers secara online di Singaraja, Senin (13/7).

Terkait itu, Suyasa menegaskan bahwa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh pengelola DTW tidaklah sulit, yaitu cukup memastikan DTW dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dengan sabun yang selalu tersedia, ventilasi yang cukup jika di dalam ruangan, dan staf pengelola yang paham serta turut mengawasi penerapan protokol tetap (Protap) pencegahan Covid-19 di kawasan DTW.

Ia menambahkan, pengajuan sertifikat itu membutuhkan waktu hanya sekitar satu atau dua hari, mulai dari proses verifikasi hingga penerbitan sertifikat tersebut.

Sementara terkait perkembangan penanganan Covid-19 pada hari ini, Suyasa mengungkapkan terdapat penambahan 3 pasien dalam pengawasan (PDP), hingga totalnya kini menjadi 108 orang.

Ketiganya merupakan tenaga kesehatan yang dikonfirmasi melalui penelusuran atau tracing kontak erat dengan beberapa PDP.

“Dari tracing tersebut terungkap ketiga tenaga kesehatan itu terpapar saat memberi penanganan medis terhadap beberapa PDP yang saat itu sebagai pasien umum. Karena belum teridentifikasi sebagai pasien Covid-19, sehingga saat itu mereka tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) standar penanganan terhadap pasien Covid-19,” ucapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, kata Suyasa, pihaknya sudah melakukan tracing kepada warga yang kontak erat dengan PDP No.134, PDP No.135,dan PDP No.136. Diharapkan dari proses tracing itu tidak ada lagi yang ditemukan positif, sehingga tidak terbentuk klaster baru.

Secara keseluruhan, dari penambahan 3 PDP itu maka jumlah kasus terkonfirmasi kumulatif di Buleleng menjadi 108 orang. Sedangkan yang tengah dirawat di Buleleng saat ini antara lain 11 PDP, dan 1 PDP dirujuk ke Denpasar. Di luar itu juga terdapat 1 PDP asal Buleleng yang sejak awal dirawat oleh GTPP Provinsi Bali di Denpasar.

Selain itu, lanjut Suyasa, pihaknya tengah merawat 2 PDP belum terkonfirmasi yang masih menunggu hasil Swab Test. Sedangkan orang dalam pengawasan (ODP) terdapat 74 yang tengah menjalani karantina mandiri. Sementara orang tanpa gejala (OTG) dan pelaku perjalanan ke daerah terjangkit/transmisi lokal di luar negeri maupun di Indonesia, untuk saat ini tidak ada.  (LE-BL)

Lenteraesai.id