Lebih dari 120 Rumah Penduduk Rusak Akibat Gempa M=6,8

Morotai, LenteraEsai.id – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,8 telah mengakibatkan lebih dari 120 rumah penduduk di 6 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Morotai, Provinsi Maluku Utara mengalami kerusakan.

Gempa yang terjadi pada Kamis (4/6) sore itu juga merusak beberapa fasilitas umum lainnya, namun disebutkan bahwa bencana tidak menelan korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati,  Jumat (5/6) mengatakan, kerusakan rumah terjadi di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Timur, Morotai Utara, Morotai Jaya, Morotai Selatan Barat dan Pulau Rao.

Total rumah rusak sebanyak 128 unit, dengan rincian 99 unit rumah rusak ringan (RR), 18 unit rumah rusak sedang (RS) dan 11 unit rumah rusak berat (RB)

BPBD Kabupaten Kepulauan Morotai mencatat tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi pada Kamis sore pukul 15.49 WIB itu, ucapnya.

BPBD setempat melaporkan, pascagempa terjadi pihaknhya turun ke lokasu guna melakukan evakuasi warga yang terdampak. Hingga kini masih terdapat warga masyarakat yang bertahan di dataran ketinggian atau di rumah-rumah saudara karena trauma.

Sesaat setelah gempa, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Morotai dan instansi terkait melakukan penanganan darurat, seperti memastikan pertolongan korban dan pendataan kerusakan. Saat ini masih terus dilakukan pendataan di lapangan.

BMKG mengkoreksi parameter gempa yang sebelumnya disebutkan berkekuatan M=7,1 menjadi M=6,8. Gempa yang terjadi pada kedalaman 111 km berada pada 99 km arah utara Kota Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara.

Guncangan gempa tersebut dirasakan sedang oleh warga selama 2-3 detik di Kota Ternate, sedangkan mereka di Kabupaten Halmahera Barat merasakan cukup lemah selama 2-3 detik.

BNPB terus memonitor perkembangan pascagempa dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalan penanganan darurat, ujar Raditya, menjelaskan.  (LE-MR)

Pos terkait