Kuli Bangunan Kesulitan Beli Paket Data untuk Ikuti Program Paket C

Suasana belajar kesetaraan Paket C di Banjar Pakel, Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 membuat proses belajar mengajar di PKBM Dharma Sedana Santhi yang beralamat di Banjar Pakel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menjadi cukup terkendala.

Ketua PKBM Dharma Sedana Santhi I Wayan Pasek Sejena saat ditemui baru-baru ini menjelaskan, kendala utama proses belajar mengajar yang kini harus dilakukan via online terkait imbauan social distancing, adalah masalah jaringan internet.

Bacaan Lainnya

“Kami dan para siswa yang umumnya berdomisili di wilayah pedesaan yang terkurung bukit, tidak jarang mengalami kesilitan menyangkut kebutuhan signal internet. Dengan kata lain, kondisi signal menjadi sangat berpengaruh,” ucapnya.

Selain perkara signal, lanjut Wayan Pasek, anak didik di PKBM sebagain besar berprofesi sebagai buruh serabutan atau kuli bangunan, belakangan cukup kesulitan untuk bisa membeli paket data karena tak lagi berpenghasilan.

Beberapa pekan sejak Virus Corona mulai merebak, mereka yang bekerja sebagai buruh bangunan dirumahkan. Tentunya tak lagi punya penghasilan.  “Bayaran sudah gak mereka terima, bagiamana bisa beli paket data untuk mengikuti pembelajaran via online,” katanya, berkeluh kesah.

Perlu diketahui bahwa PKBM Dharma Sedana Santhi menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan sejak tahun 2018 dengan meliputi paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA. Selain itu juga menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan, yaitu keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri.

Dikatakan, untuk tahun ajaran 2019/2020, PKBM Dharma Sedana Santhi yang menyelenggarakan program kesetaraan paket B dan C, telah mengumumkan kelulusan warga belajar sebanyak 34 dari total 35 pelajar  yang terdaftar dalam BIO UN.

“Alasan kenapa tidak diluluskannya 1 pelajar, karena yang bersangkutan tidak mengikuti ujian pembelajaran kesetaraan,” ujar Wayan Pasek menjelaskan.

Berdasarkan Surat Edaran No.9 tahun 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sudah dijelaskan, yakni karena ditiadakannya ujian berbasis komputer, maka nilai ujian kesetaraan dan nilai raport dari semester 1 sampai 5 yang menjadi acuan untuk menentukan kelulusan, katanya.

Mengenai pembiayaan kegiatan belajar di PKBM, kata Wayan Pasek, pihaknya hanya memungut iuran sebesar Rp1.8 juta selama 3 tahun. Dana tersebut dialokasikan untuk menyelenggarakan ujian pendidikan kesetaraan. Selain itu juga untuk tambahan biaya transport tutor/pendidik dan biaya operasional lainnya.

Wayan Pasek mengatakan, karena ini merupakan pendidikan kemasyarakatan, tentunya peran serta semua pihak sangat diharapkan. Baik menyangkut suport pendanaan maupun untuk pengadaan sarana dan prasarana yang lainnya.

“Walaupun PKBM Dharma Sedana Santhi sudah punya fasilitas, tetapi masih kurang memadai jika dibandingkan dengan perkembangan yang terjadi,” ujar Wayan Pasek, mengungkapkan.  (LE-Met)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *