Di Tengah ‘Social Distancing’, Warung JFC dan Rumah Warga diamuk si Jago Merah

Badung, LenteraEsai.id – Si jago merah mengamuk di Warung Makan JFC milik Ni Luh Yogiriasih (38) yang berlokasi di Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Kebakaran yang juga menghanguskan sebuah rumah tinggal yang juga dilengkapi harung yang berdampingan dengan JFC tersebut, terjadi Minggu (3/5) pagi, dan kini masih menjadi pengusutan polisi mengenai penyebab timbulnya kobaran api yang mendadak menjadi besar.

Bacaan Lainnya

Musibah yang muncul di tengah ketaatan masyarakat melakukan social distancing terkait wabah Covid-19 itu, kontan mengundang kerumunan orang banyak hingga petugas yang habir tidak hanya terbebankan untuk memadamkan api, tetapi juga menghalau orang banyak.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Marzel Doni SIK MH ketika dihubungi Senin (4/5) siang, membenarkan kejadian tersebut dan kini pihaknya sedang melakukan penyelidikan pengenai penyebab kebarakan, sekaligus mengamankan kawasan sebubungan masih dalam situasi sosial distancing.

“Tim UKL Polsek Kuta Utara sudah berada di lokasi kejadian sejak peristiwa itu terjadi,” ujar Kompol Marzel Doni, menerangkan.

Kejadian tersebut berawal dari Dewi Mboro dan Magdalena Klaran, dua karyawan JFC, pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 Wita datang ke tempat kerja. Keduanya langsung melakukan aktivitas seperti biasa, seperti bersih-bersih ruang warung dan menyalakan kompor untuk memasak daging ayam.

Namun tak berapa lama mereka dikejutkan oleh adanya api yang menyala besar di sekitar kompor. Keduanya berusaha mematikan kobaran tersebut namun tidak berhasil, meskipun telah dibantu oleh beberapa orang warga setempat.

Kobaran api malah terus menjadi besar hingga ke bagian atap Warung JFC, bahkan libah apinya merembet ke rumah tinggal di sebelahnya yang juga dilengkapi warung milik I Nengah Pasek.

Amukan si jago merah cukup besar yang terdorong oleh tiupan angin yang cukup kencang, baru dapat diatasi beberapa jam kemudian oleh 8 unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke tempat kejadian.

“Begitu ada informasi kebakaran, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) segera mendatangi TKP untuk membantu memadamkan api serta menyelamatkan barang-barang yang bisa diungsikan,” ujar Kompol Marzel Doni.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya kini masih menyelidiki penyebab api mendadak besar, termasuk memastikan jumlah kerugian yang diakibatkan oleh peristiwa kebakaran yang tidak merenggut korban jiwa dan luka-luka itu.

Dugaan sementara, kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp 300 juta bagi pemilik lahan usaha JFC, dan Rp 700 juta bagi pemilik rumah yang ikut menjadi sasaran amuk di jago merah, ucapnya.  (LE-BD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *