Usai Test Swab, 94 Orang Dibatasi Secara Sosial di Buleleng

Foto ilustrasi pemeriksaan pasien positif Covid 19

Buleleng, LenteraEsai.id – Pemberlakuan pembatasan sosial lokal tingkat banjar yang semula akan dilakukan pada salah satu banjar di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, akhirnya urung dilaksanakan.

Masalahnya, dari hasil pencermatan oleh berbagai pihak hanya ditemukan 18 PDP yang hasil test swabnya positif Covid-19, sedangkan para pedagang di Pasar Bondalem yang ditest secara acak menunjukan hasil yang negatif.

Melihat itu, Satgas Gotong Royong Penanganan Covid-19 Desa Adat dan Satgas Terpadu Covid-19 Desa Bondalem, memutuskan untuk mengurungkan dilakukannya pembatasan sosial tingkat banjar, melainkan hanya membatasi keluarga 18 PDP tersebut, serta para tetangga mereka yang jumlahnya sekitar 28 KK.

“Jadi hanya 28 KK itu saja yang kita dibatasi secara sosial, yakni karantina rumah selama 14 hari,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, dalam jumpa pers secara online, Sabtu  (2/5) sore.

Mengenai jumlah jiwa dari 28 KK tersebut, Gede Suyasa menyebutkan, dari hasil pencatatan sebanyak 94 jiwa.

Terkait keputusan itu, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng telah menyalurkan sembako bagi warga banjar sebanyak 94 jiwa tersebut.

Sementara dari hasil test swab pertama terhadap 46 pedagang di Pasar Bondalem, hasilnya negatif, dan kini mereka masih menunggu test swab yang kedua. Sedangkan 7 pedagang lainnya sudah 2 kali dilakukan test swab, juga hasilnya negatif, sehingga dipulangkan dari RS Giri Emas.

Terkait perkembangan data kasus Covid-19 di Buleleng, Suyasa mengatakan hari ini cukup landai atau tidak mengalami lonjakan seperti yang terjadi pada hari Jumat (1/5/202)) lalu.

Perkembangan selengkapnya disebutkan bahwa untuk pasien sembuh tercatat 12 orang, pasien dirawat 5 orang, dan tidak ada pasien yang meninggal dunia.

Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) sisanya 5 orang. Sedangkan orang tanda gejala (OTG) terpantau 192 orang, terdiri atas karantina mandiri 141 orang, karantina di penginapan 22 orang, karantina di RSUD Buleleng 11 orang, dan karantina di Giri Emas sebanyak 18 orang.

Sementara mereka yang dipantau karena perjalanan sebanyak 607 orang, terdiri atas pekerja kapal pesiar 456 orang, TKI lainnya 75 orang, WNA 3 orang, perjalanan LN 6 orang, dan perjalanan dari daerah transmisi lokal sebanyak 67 orang, ujar Suyasa mengungkapkan.  (LE-BL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *