BI Bali: Inflasi Tahun 2020 Hadapi Tantangan Terkait Rencana Kenaikan Cukai Rokok

Denpasar, LenteraEsai.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyatakan bahwa inflasi Bali pada tahun 2020 masih menghadapi beberapa tantangan. Antara lain terkait dengan rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23%, rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan, peningkatan kunjungan wisatawan yang membawa konsekuensi peningkatan permintaan dan peningkatan biaya pendidikan.

Hal ini dikatakan Trisno Nugroho saat memberikan sambutan pada acara ‘Simakrama Tahun Baru 2020 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara’, yang berlangsung di Graha Tirta Gangga, KPwBI, Renon, pada Rabu (8/1/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Trisno, untuk tahun 2020, kinerja ekonomi Bali diprakirakan mengalami peningkatan terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan semua jenis lapangan usaha utama. Beberapa faktor pendorong peningkatan kinerja ekonomi bersumber sektor terkait pariwisata seiring dengan meningkatnya kapasitas pelabuhan Benoa yang mendorong peningkatan jumlah kapal cruise ke Bali (quality tourism).

Selain itu, sumber peningkatan kinerja juga berasal dari pengerjaan beberapa proyek konstruksi baik yang merpakan kelanjutan dari tahun 2019 maupun yang dimulai ditahun 2020. “Faktor lain adalah prakiraan membaiknya kinerja ekonomi negara mitra dagang utama, penambahan direct fight serta
pengembangan pasar wisman alternatif yaitu antara lain wisatawan dari negara-negara Eropa Timur,” ujarnya pada acara yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala OJK Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemprov Bali, para pejabat di Lingkungan BI dan OJK Bali, pihak perbankan serta undangan lainnya.

Sementara itu, Gubernur Koster menyampaikan meskipun pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Bali sangat baik berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, namun ekonomi Bali diharapkan terus tumbuh secara progresif di tahun 2020.

Berbagai kebijakan dalam penguatan ekonomi Bali akan terus dilakukan di antaranya dengan penguatan sentra pangan, peningkatan kualitas ekspor serta memperkuat pertanian tradisional Bali seperti pertanian buah manggis, pisang, kakao, olahan kopi serta arak Bali.

Menurut Gubernur Koster bahwa ekspor manggis Bali sudah mencapai nomor satu. Pertanian tradisional lainnya akan terus kita dorong dan dipetakan dengan baik. Dengan demikian perekonomian Bali akan semakin kuat, didukung sektor pertanian serta sektor pariwisata. Saya ingin di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 6 %,” ujarnya menegaskan. (LE-DP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *