Jembrana, LenteraEsai.id – Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu program prioritas Gubernur Bali Wayan Koster yang bertujuan untuk memberikan ruang terhadap Pelestarian Aksara, Sastra dan Bahasa Bali di tengah masyarakat sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali No.80 Tahun 2018.
Mengusung tema ‘Segara Kerthi, Campuhan Urip Sarwa Prani’ yang berarti laut sebagai awal dan akhir kehidupan semua makhluk, Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-V Tahun 2023 dilaksanakan secara menyeluruh hingga tingkat desa dan desa adat.
Seperti halnya di Kabupaten Jembrana, Bulan Bahasa Bali dilaksanakan di Desa Batuagung pada 25 Februari 2023 lalu. “Bulan Bahasa Bali tiap tahun kita laksanakan. Untuk lombanya tergantung pilihan yang disetujui forum desa. Tahun lalu kita mengadakan lomba pidato, mesatua lan nyurat basa Bali. Kalau tahun ini Wimbakara Nembang Sekar Alit tingkat dewasa,” ungkap Nyoman Sudarma, Perbekel Desa Batuagung.
Peserta wimbakara merupakan perwakilan masing-masing banjar di Desa Batuagung yang berjumlah 9 banjar adat dengan total hadiah yang diberikan mencapai Rp10 juta. “Untuk pemenangnya, juara 1 dari Banjar Taman, juara 2 dari Banjar Sawe dan juara 3 dari Banjar Palungan Batu,” ujar Sudarma.
Sementara itu, Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS) Batuagung Jembrana turut aktif membantu pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Batuagung. Hal ini merupakan salah satu pelaksanaan program dari Tim KBS Desa Batuagung yang pelaksanaannya berkolaborasi dengan perangkat Desa Batuagung, yaitu Program Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. (LE-JB1)







