Singaraja, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja yang bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, menggelar simulasi teknik pemadam kebakaran kepada 45 perusahan di Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara.
Kegiatan tersebut digelar serangkaian peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2023 di Kabupaten Buleleng yang mengusung tema ‘Terwujudnya Pekerja Layak yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja’.
Acara yang berlangsung di Pantai Kerobokan Singaraja pada Rabu (8/2/2023), dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng yang pada kesempatan itu diwakili Plt Asisten I Setda Buleleng Putu Karuna.
Putu Karuna menginstruksikan kepada para peserta simulasi agar mengikuti kegiatan ini dengan serius, sehingga nantinya bisa diimplementasikan apabila terjadi bencana kebakaran. Di mana dalam hal ini pihaknya meminta para pengusaha memperhatikan para pekerjanya agar memiliki kepastian akan keselamatan dan kesehatan kerja.
“Jadi, kita mengajak para pemilik perusahaan untuk ikut aktif dalam mewujudkan K3. Itu yang kami tekankan,” ujar Karuna, menegaskan.
Selain keselamatan kerja, Karuna juga menekankan untuk memperhatikan kesehatan pekerjanya. Seperti halnya penularan virus TbC. Apabila terdapat pegawai yang mengalami hal itu, agar perusahaan mengambil langkah-langkah dalam menanggulanginya. “Ini juga salah satu kewajiban perusahaan dalam menyehatkan pegawainya,” ucapnya.
Sementara itu masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng Komang Sumertajaya mengatakan, dalam memperingati Hari K3 Nasional tahun ini pihaknya telah merancang beberapa kegiatan. Kegiatan itu di antaranya berupa sosialisasi K3 oleh Pengawas Provinsi Bali dan simulasi teknik pemadaman api bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng.
Sumertajaya menambahkan, isu K3 pada saat ini bukan sekedar kewajiban yang harus diperhatikan oleh pekerjanya akan tetapi juga harus dipenuhi oleh sebuah sistem pekerjaan. “Dengan kata lain K3 bukan semata sebagai kewajiban akan tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap pekerjaan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui simulasi hari ini yang melibatkan 325 peserta dari 45 perusahaan di Buleleng, mampu diimplementasikan bagi seluruh peserta sebagai langkah awal saat terjadi kebakaran di tempatnya bekerja, tentu disesuaikan dengan SOP yang ada.
Simulasi teknik pemadam kebakaran ini disambut baik oleh salah seorang peserta dari Perusahaan PT.PMN Cabang Singaraja, Ketut Wiri Yasa. Ia mengatakan pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan, karena banyak teknik krusial yang harus dipahami dalam penanggulangan bencana kebakaran.
“Walaupun kelihatannya agak simple tapi banyak teknik krusial yang harus dipelajari yang nantinya akan berguna untuk ke depannya,” demikian Wiri Yasa, menyampaikan. (LE-AS)







