Tingkatkan Kepariwisataan, Disbudpar Karangasem Gelar ‘Table Top’ Bersama Asita dan Pelaku Wisata

Karangasem, LenteraEsai.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karangasem menggelar ‘Table Top’ dan ‘Bincang Wisata’ pada Jumat (16/12/2022) di DTW Taman Tirtagangga, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari Asita Bali, Kelompok Ahli Gubernur Bidang Pariwisata dan Asosiasi Pariwisata yang terdiri dari PHRI, IHGMA, BPBD, KOREK, dan Forkom Dewi Karangasem.

Bacaan Lainnya

Selain itu hadir pula sejumlah pengelola destinasi wisata, seperti MO Kawasan Pura Agung Besakih, Taman Soekasada Ujung, Pesona Bukit Lempuyang, Tenganan, Bukit Asah, Mahagangga Valley dan Gunggung Adventure serta yang lainnya.

Hal ini merupakan satu upaya pemerintah untuk bisa mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Karangasem, I Wayan Sudarsana yang membacakan sambutan tertulis  Bupati Karangasem Gede Dana, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar wisata di Kabupaten Karangasem semakin meningkat.

“Pada momentum Delegasi G20 yang baru lalu, Kabupaten Karangasem diwakilkan dengan ekonomi kreatifnya. Yakni sebanyak 202 kain Tenganan Pegringsingan dijadikan cenderamata untuk Delegasi G20. Besar harapan kita kegiatan serupa kembali dapat dilaksanakan, sehingga mampu mengarahkan pengunjung ke Kabupaten Karangasem,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Bupati Karangasem juga mengharapkan pihak Asita dapat melakukan sinergitas dan komunikasi dengan pemerintah di daerah, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan masalah kepariwisataan.

Sementara Kadisbudpar Karangasem I Wayan Astika menambahkan, pihaknya sengaja menghadirkan para pelaku pariwisata utamanya travel agent, dengan harapan dapat mengetahui lebih banyak tentang potensi yang ada di Kabupaten Karangasem.

“Pada kesempatan ini yang kita hadirkan beberapa teman yang memang menggeluti usaha pariwisata, seperti pengelola DTW dan desa wisata. Karangasem punya 32 desa wisata, ini merupakan potensi besar bagi kita, di mana ketika sebuah potensi tanpa disinergitaskan dengan pihak yang bekerja untuk itu, tentu tidak mungkin akan bisa meningkatkan nilai ekonomi pada produk destinasi wisata yang kita miliki,” katanya.

Intinya, pihaknya berharap adanya sinergitas erat antara pemerintah dengan pihak terkait untuk bersama-sama menggali, mengembangkan dan memajukan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Kabupaten Karangasem

Terakhir, Kadisbudpar mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi hal-hal seperti ini sebagai bentuk keterlibatan pemerintah dari pentahelix pariwisata yang bisa disinergikan kepada semua komponen terkait ke arah kemajuan hingga ke depannya capaian kunjungan menjadi lebih meningkat. (LE-Ami)

Pos terkait