Amlapura, LenteraEsai.id – Peringatan Hari Kemerdekaan RI di jajaran Pemkab Karangasem, Bali tahun ini tidak diisi dengan kegiatan ‘napak tilas’ rute perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di Kabupaten Karangasem selalu dilakukan giat ‘napak tilas’ menempuh rute puluhan kilometer mulai dari daerah Pemuteran melintasi kawasan lereng Gunung Agung hingga finis di Tanah Aron, tepat pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus.
Kepala Kesbangpolinmas Karangasem I Wayan Sutapa kepada pers di Ampalura, Selasa (16/8) mengatakan bahwa kegiatan pelacakan atau ‘napak tilas’ rute perjuangan para pahlawan pada HUT ke-77 RI tahun ini ditiadakan.
Ia menjelaskan, alasan kegiatan napak tilas yang biasanya mengambil rute perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan kawan-kawan ditiadakan, ialah karena minimnya anggaran. Selain itu, lanjut dia, perencanaan napak tilas ini juga dibuat saat pandemi, jadi tidak dapat dilakukan sekarang.
Namun demikian, untuk mengenang perjuangan para pahlawan, jajaran Pemkab Karangasem melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Padmasana Tugu Pahlawan Desa Pemuteran dan di Pura Laga, Desa Pidpid, ucapnya.
Seiring dengan itu, upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-77 RI nantinya akan tetap dilaksanakan dengan membacakan surat sakti I Gusti Ngurah Rai sebelum upacara pokok berlangsung di Lapangan Tanah Aron.
Wayan Sutapa menyebutkan, untuk memeriahkan perayaan seperti lomba gerak jalan tingkat pelajar SD, SMP dan SMA/SMK serta tingkat umum, tetap dilaksanakan di Kabupaten Karangasem. Di samping itu, ada juga giat tambahan yaitu Fun Bike 45 kilometer.
Sementara kegiatan yang ditiadakan oleh Pemkab Karangasem, selain ‘natak tilas’ rute perjuangan para pahlawan, juga gerak jalan 45. “Ya, sekali lagi, itu semua lebih dikarenakan ketiadaan masalah dana pascapandemi melanda dunia,” kata Wayan Sutapa, menjelaskan. (LE-Ami)







