Drama Gong Penyalonarangan Duta Denpasar Siap Unjuk Kreativitas di PKB

Pembinaan Sekehe Drama Gong Tradisi Penyalonarangan Gita Bandana Praja Duta Kota Denpasar pada PKB XLIV Tahun 2022 di Jaba Pura Satria, Kawasan Puri Satria Denpasar. (Foto: Dok Humas Pemkot Denpasar)

Denpasar, LenteraEsai.id – Kesenian drama gong tradisi penyalonarangan duta Kota Denpasar yang diwakili Sanggar Gita Bandana Praja, siap unjuk kreativitas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV tahun 2022 di Arts Center Denpasar.

Hal tersebut terungkap saat giat pembinaan oleh konsultan kesenian yang dihadiri langsung Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, di Jaba Pura Satria, kawasan Puri Satria Denpasar, Selasa (3/5) malam. 

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Alit Wiradana yang mewakili Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyerahkan bantuan uang pembinaan. Tampak hadir Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali AA Ngurah Adhi Ardhana, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar Ketut Suteja Kumara, Kadisbud Raka Purwantara serta undangan lainnya. 

Sajian pementasan drama gong tersebut dikemas apik dengan mengangkat cerita Baruna Murti. Mengambil penokohan di kawasan Batur dan Toh Langkir dengan memasukan unsur penyalonarangan. Di mana terdapat pengundangan, sasab merana, watangan dan ngunying. 

Konsultan Seni Kota Denpasar, Komang Astita mengatakan, kesenian ini merupakan perpaduan antara seni tradisi drama gong dan penyalonarangan. “Ini sebagai bentuk kreativitas seniman Kota Denpasar untuk menampilkan sesuatu yang baru. Kesenian yang juga menekankan sastra dalam lakonnya itu, dikemas dengan konsep multi-teater,” ucapnya. 

Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana didampingi Kadisbud Kota Denpasar Raka Purwantara, memberikan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilaksanakan duta kesenian Kota Denpasar, khususnya Sanggar Gita Bandana Praja yang menjadi duta drama gong tradisi penyalonarangan.  

“Kami berharap seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di arena PKB, khususnya sekehe drama gong ini, dapat menjaga penjiwaan dan emosi. Segala usaha dan proses yang berat, pasti memberikan hasil yang maksimal,” ujar Alit Wiradana. 

Alit Wiradana menekankan bahwa catatan penting dalam pembinaan agar ditindaklanjuti sebaik mungkin. Sehingga dalam penampilan nanti dapat sesuai dengan pakem, uger-uger serta pembawaan seni itu sendiri.

“Jadi masukan-masukan yang diberikan oleh tim pembina dan konsultan seni agar ditindaklanjuti untuk maksimalnya penampilan nanti,” kata Sekda sembari mengingatkan seluruh seniman untuk tetap bersemangat guna memberikan hasil yang maksimal, serta tetap mampu menjaga kesehatan.  (LE-DP) 

Pos terkait