Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Koster tampil menjadi narasumber pada acara Workshop Layanan Urun Dana (Securities Crowdfunding) sebagai sumber pendanaan bagi UMKM di pasar modal
Dalam workshop yang digelar secara virtual pada Senin (18/4) itu, Ny Putri Koster tampil dari Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar.
Mengawali arahannya, Ny Putri Koster menyampaikan bahwasannya keberadaan IKM/UMKMmemegang peran penting sebagai tulang punggung perekonomian, bahkan di masa pandemi IKM/UMKM bagai pelita yang menyala di tengah kegelapan. Sehingga kemajuan IKM/UMKM perlu mendapat dukungan dan pendampingan dari semua pihak, sehingga dapat lebih maju dan semakin kuat.
Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan, di masa pandemi Covid-19, Dekranasda Provinsi Bali mendorong penguatan IKM/UMKM, salah staunya dengan melakukan kegiatan berpameran.
“Dari kegiatan pameran yang kita lakukan, Dekranasda menemukan banyak hal. Dari berpameran kita menemukan permasalahan yang dihadapi, dari berpameran juga kita mengetahui kendala yang dihadapi para pelaku IKM/UMKM,l” ucapnya.
Bunda Putri menambahkan, dari kegiatan berpameran, Dekranasda juga menemukan karakteristik dari para pelaku IKM/UMKM Bali yang rata-rata masih konvensional mengingat kultur, budaya dan karakteristik pelaku IKM/UMKM yang rata rata undagi/seniman sehingga belum terasah dengan baik jiwa entrepreneur/bisnisnya. Untuk itu perlu pemahaman terkait karakteristik ini sehingga menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan produk-produk unggulan dari sektor perbankan.
Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga meminta agar edukasi serta sosialisasi program perbankan terus dilakukan agar para pelaku IKM/UMKM menjadi paham, sehingga permodalan yang didapatkan dapat digunakan secara tepat sasaran dan memajukan usaha dari IKM/UMKM itu sendiri.
Di akhir arahannya, Ny Putri Koster mengajak para pelaku perbankan ataupun pihak yang menawarkan permodalan untuk bersama-sama melakukan sosialisasi, menyehatkan dan mencerdaskan para pelaku IKM/UMKM. “Kita tegakkan kekuatan mereka, kita edukasi mereka terkait permodalan sehingga IKM/UMKM akan semakin maju dan bisa memperkuat perekonomian Bali pada khususnya, serta nasional pada umumnya,” katanya.
Sementara itu Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto dalam arahannya menyampaikan bahwasannya dari hasil survei literasi dan inklusi keuangan, pengetahuan masyarakat akan pasar modal sangat rendah hanya13,97%. Untuk itu dengan penyelenggaraan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi para pelaku IKM/UMKM terhadap pasar modal.
Workshop pada siang hari ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Ketua Umum Kadin Bali Made Ariandi, Deputi Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa OJK Kunwidarto, Chief Operating Officer & Co founder LandX Romario Sumarso, para pelaku IKM/UMKM wilayah Bali dan Nusra serta UMKM binaan Bank Indonesia dan OJK Bali Nusra. (LE-DP1)







