Karangasem, LenteraEsai.id – Sebuah video yang memperlihatkan oknum tenaga pendidik menginjak bahu siswa saat sedang menjalani hukuman push up, viral di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata hal itu terjadi di salah satu SMA negeri yang ada di Kabupaten Karangasem, tepatnya di SMAN 3 Amlapura.
Dari hasil penulusuran sejumlah insan pers, diketahui yang melakukan tindakan tersebut adalah Kepala Sekolah SMAN 3 Amlapura, yaitu I Komang Sudiana. Tetapi saat hendak ditemui wartawan, yang bersangkutan tidak ada di sekolah.
“Pak kepala sekolah baru saja pergi karena mendapat telepon dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali yang menginstruksikan beliau untuk segera berangkat terkait dengan permasalahan yang sedang viral di media sosial,” kata Wakil Kepala SMAN 3 Amlapura Gusti Made Ngurah saat ditemui di sekolahnya, Selasa (12/4/2022).
Seizin Kepala SMAN 3 Amlapura, Gusti Made Ngurah menjelaskan terkait dengan viralnya video tersebut. “Itu berawal ketika banyak siswa yang melakukan pelanggaran kedisiplinan seperti rambut panjang dan yang lainnya, serta sudah beberapa kali dikasih tahu tapi murid tetap melanggar,” ucapnya.
Adanya sejumlah pelanggaran, lanjut Gusti Ngurah, beberapa hari yang lalu seluruh siswa sempat dikumpulkan dan dibuat kesepakatan antara siswa dengan kepala sekolah. Dalam kesepakan itu antara lain ditetapkan, jika sampai Senin (11/4/2022) siswa masih melakukan pelanggaran, maka akan dikenakan hukuman.
“Atas ketentuan itu seluruh siswa kemudian kompak menjawab setuju dan disepakati bahwa hukumannya adalah push up 10 kali, dan yang minta hukuman seperti itu adalah para siswa,” kata Gusti Ngurah.
Kemudian kemarin, Senin (14/4), setelah upacara bendera selesai, kepala sekolah menagih janji siswa yang masih melanggar tersebut dengan mendatangi ke masing-masing kelas, dan yang masih melanggar langsung disuruh maju untuk melakukan hukuman push up 10 kali.
“Nah, saat siswa sedang dihukum push up di depan kelas, salah seorang siswa tidak sengaja merekam dan saat itu juga kebetulan terjadi hal yang seperti di video yang viral tersebut. Itupun hanya disentuh sedikit bahu siswa tersebut, tidak keras,” kata Gusti Ngurah.
Berkaitan dengan kejadian itu, pihak sekolah juga sudah melakukan rapat internal yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 3 Amlapura bersama dengan Ketua Komite Sekolah dan para guru untuk mengklarifikasi masalah ini dan juga akan meminta maaf kepada pihak keluarga siswa yang bersangkutan.
“Dari hasil rapat tadi akan segera kita tindak lanjuti, tapi saat ini Pak Kepala Sekolah sedang mendapat panggilan, mungkin besok atau lusa kita dari pihak sekolah pasti akan mendatangi pihak keluarga yang bersangkutan untuk meminta maaf,” kata Gusti Ngurah, menyampaikan. (LE-Jun)







