Jelang Nataru, Bookingan Hotel di Karangasem Masih ‘Zonk’ alias Kosong Melompong

Karangasem, LenteraEsai.id – Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, bookingan kamar hotel yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur masih sangat sepi alias ‘zonk’ atau kosong melompong.

Padahal, dahulu sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, bookingan hotel yang masuk menjelang hari raya bagi umat Kristiani dan tibanya tahun baru tersebut, sudah begitu banyak bahkan ada beberapa hotel sampai menolak pesanan kamar.

Bacaan Lainnya

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, saat dikonfirmasi Selasa (23/11) mengatakan, sampai saat ini bookingan kamar hotel di Kabupaten Karangasem jelang perayaan Nataru masih ‘zonk’.

Ia menyebutkan ada beberapa penyebab yang membuat belum adanya bookingan hotel yang masuk sampai saat ini. Yang pertama karena kebijakan karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman), sehingga membuat banyak wisman yang enggan untuk datang ke Bali.

Kedua, untuk wisatawan Nusantara juga masih sangat minim yang datang ke Karangasem, karena mereka lebih memilih berlibur di Ubud, Kuta dan Nusa Penida.

“Yang ketiga tentu adanya isu akan ada penerapan PPKM Level III menjelang perayaan Nataru, sehingga para wisatawan ragu untuk merencanakan liburan ke Bali,” kata Wayan Kariasa, menjelaskan.

Padahal, lanjut dia, sebelum adanya informasi akan ada penerapan PPKM Level III, sudah ada beberapa hotel yang menerima bookingan. “Jadi sempat ada beberapa hotel di Kabupaten Karangasem yang sudah terima bookingan, namun mereka menyusul membatalkan setelah adanya informasi PPKM itu,” katanya.

Dikatakan, adanya kebijakan dan peraturan yang ketat untuk para wisatawan yang akan datang ke Bali, telah membuat para wisatawan yang sudah melakukan bookingan hotel untuk merayakan Nataru di Karangasem, memilih melakukan cancel.

“Dulu saat sebelum pandemi Covid-19 melanda, beberapa pekan jelang perayaan Nataru seperti saat ini, sekitar 60 persen dari jumlah hotel yang ada di Karangasem sudah terbooking, tapi sekarang masih zonk,” kata Wayan Kariasa.

Terkait dengan masih sepinya bookingan hotel di Karangasem, ia berharap tidak ada lagi karantina untuk wisman. Demikian pula jika isu terkait dengan akan diterapkannya PPKM Level III saat Nataru itu benar-benar dilakukan di berbagai daerah, Kariasa mengharapkan mudah-mudahan Bali dikecualikan. Dengan kata lain Bali tidak masuk dalam ‘daftar’ daerah yang harus dilakukan PPKM Level III.

“Jika isu itu benar, saya berharap Bali tidak masuk ke dalam PPKM Level III, karena besar harapan kami pelaku pariwisata Bali khususnya yang ada di Karangasem pada saat perayaan Nataru nanti akan ada pergerakan pemulihan ekonomi dari pariwisata,” ucap Wayan Kariasa sembari memanjatkan doa. (LE-Jun) 

Pos terkait