Karangasem, LenteraEsai.id – Para pelaku pariwisata di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur sepertinya harus terus bersabar untuk menanti kunjungan wisatawan datang seperti dahulu lagi, karena saat ini beredar informasi bahwa akan ada penerapan PPKM Level III saat perayaan Natal dan tahun baru 2022.
Hal tersebut dikeluhkan oleh para pelaku pariwisata khususnya yang ada di Kabupaten Karangasem, karena jika informasi itu benar maka akan membuat sektor pariwisata akan semakin terpuruk setelah hampir dua tahun mati suri semenjak pandemi Covid-19 melanda.
Padahal, sebelumnya para pelaku pariwisata Karangasem sempat berharap banyak saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) nanti, karena biasanya kunjungan wisatawan meningkat baik ke destinasi tempat wisata (DTW) maupun menginap di hotel-hotel yang ada di Gumi Lahar. Tapi sekarang nampaknya mereka harus kembali gigit jari.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa, yang sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) saat dikonfirmasi, Selasa (23/11/2021), mengatakan bahwa saat ini para pelaku pariwisata Karangasem sangat mengeluh karena masih sepinya kunjungan wisatawan.
Sepinya kunjungan wisatawan tersebut karena adanya beberapa peraturan yang begitu ketat untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Bali, sehingga itu membuat calon pelancong enggan untuk datang ke pulau surga ini.
Sekarang, lagi-lagi ditambah dengan adanya informasi bahwa di Bali akan kembali diberlakukan penerapan PPKM Level III menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2022. “Jelas ini akan semakin mengurungkan niat pelancong untuk datang ke Pulau Dewata, termasuk Karangasem,” ujar Kariasa, geram.
Ia menyebutkan, jika informasi terkait akan diterapkannya PPKM Level III saat Natal dan tahun baru nanti benar adanya, maka akan membuat para wisatawan menjadi ragu bahkan batal untuk berliburan di Bali, dan tentu akan berimbas ke Kabupaten Karangasem.
Bersamaan dengan itu, lanjut Kariasa, tentu akan membuat sektor pariwisata Bali khususnya Karangasem akan menjadi semakin terpuruk, padahal sebelumnya semua pihak sempat berharap adanya pergerakan perekonomian dari sektor pariwisata pada seputar Natal dan tahun baru 2022.
Hal senada juga dikatakan Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya yang menyebutkan bahwa pihaknya tidak terlalu berharap banyak jika pariwisata akan kembali bangkit seperti dulu, selama peraturan untuk wisatawan yang akan datang ke Bali masih begitu ketat.
“Seperti karantina tiga hari untuk para wisatawan, tuntu ini membuat waktu mereka untuk melancong menjadi berkurang. Dengan kata lain, membuang waktu mereka untuk berlibur, yang pada ujungnya mereka lebih memilih untuk batal datang ke Bali,” ucapnya.
Melihat itu, Agung Kosalya mengharapkan adanya beberapa ketentuan yang dapat mengurungkan niat wisatawan untuk datang ke Bumi Dewata, sebaiknya ditiadakan. “Karena mereka yang datang pasti sudah divaksin dan lain sebagainya jika mau berlibur,” katanya.
“Dengan adanya beberapa jenis peraturan tersebut, tentu akan menyebabkan wisatawan tidak jadi berlibur ke Bali dan akan memilih negara lain seperti Thailand, Singapura dan yang lainnya,” kata Agung Kosalya, menandaskan. (LE-Jun)







