Karangasem, LenteraEsai.id – Buah pare atau biasa disebut paya, telah cukup lama dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kebugaran tubuh seseorang.
Pare diyakini bisa membersihkan darah yang kotor, antioksidan, baik untuk pencernaan, mengobati diabetes dan lain-lain. Namun demikian, tidak sedikit juga warga yang tidak suka pare karena rasanya relatif pahit.
Nah, untuk mengurangi rasa pahit bagi buah yang juga diketahui memiliki kandungan vitamin A, C, B1, B2, B12 dan B9 itu, salah seorang warga Karangasem, Bali, kini mengolahnya menjadi keripik.
Ditemui di tokonya di Jalan Untung Surapati Amlapura, Sabtu (9/10), I Dewa Gede Juni Antara yang biasa dipanggil Cok Juni, mengatakan bahwa pihaknya kini mengolah pare menjadi keripik.
Setelah diolah menjadi keripik, kandungan dalam sayuran pare tidak jauh berkurang. Demikian juga nutrisi yang ada di dalamnya seperti zat besi, unsur air, kalori, protein, lemak dan karbohidrat, tidak banyak yang mengalami kerusakan, ucapnya.
Dengan dibuat keripik, kata Cok Juni, pare yang umumnya kurang disukai orang karena pahit, kini menjadi cukup banyak yang memburu dan mengkonsumsinya.
Ia mengakui, layaknya obat, semuanya pasti pahit, begitu juga dengan rasa pare. “Makanya, kini harus diolah dibuat keripik agar rasa pahitnya hilang, sehingga disukai banyak orang,” ujarnya, penuh semangat.
Cok Joni menyebutkan, rasa pahit dari pare diakibatkan dari getahnya. Sehingga ketika makan sayur pare ada rasa pahit di pertamanya, karena getahnya memang menyatu dengan kambiumnya.
Dengan menjadikan keripik, rasa pahit akan menjadi hilang. Tentu sebelumnya juga dilakukan pengolahan agar rasa pahit pare menjadi berkurang. Yakni dengan mengangkat getah dari kambiumnya supaya unsurnya menjadi lebih sedikit. Caranya, dengan menaburkan garam.
Untuk prosesnya, kata dia, setelah penggaraman, langsung dilakukan pencucian dan perebusan. Setelah itu baru dicetak menjadi keripik yang siap dibungkus dan dipasarkan. (LE-KR)







