Karangasem, LenteraEsai.id – I Made Pasek (55), penduduk Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon keduduk dengan menggunakan seutas tali nilon berwarna biru.
Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya saat dikonfirmasi, Minggu (1/8/2021) menerangkan, peristiwa gantung diri pada hari Sabtu (31/7) itu pertama kali diketahui oleh saksi Ni Ketut Rai yang saat itu sedang lewat di sekitar lokasi kejadian.
“Saat lewat di lokasi kejadian saksi sempat menoleh ke arah kanan jalan, tiba-tiba dikagetkan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di sebuah pohon keduduk yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah korban,” kata AKP Gede Wirya.
Melihat hal tersebut saksi langsung berteriak histeris dan memanggil-manggil warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut I Gusti Lanang Ngurah dan sejumlah warga datang ke lokasi kejadian, kemudian Gusti Lanang Ngurah menghubungi pihak keluarga dan juga kepala dusun setempat yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Bebandem.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Bebandem bersama Unit Identifikasi Polres Karangasem dan Tim Medis Puskesmas Bebandem tiba di lokasi kejadian dan langsung menurunkan korban dari tempatnya tergantung, dibantu pihak keluarga korban.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis atas jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan selain bekas jeratan tali yang melinglar pada leher korban, ucapnya.
Kapolsek menyebutkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, Made Pasek adalah pria yang sudah cukup lama hidup menyendiri. “Ada dugaan korban nekat mengakhiri hidup karena sudah tak tahan hidup menyendiri, selain memang Made Pasek diketahui sebagai orang tertutup yang jarang berkomunikasi dengan keluarga,” katanya.
Kepada petugas, pihak keluarga terdekat menyatakan sudah mengikhlaskan kepergian Made Pasek untuk selamanya dengan cara seperti itu, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi atas jenazah korban, ujar AKP Gede Wirya, menjelaskan. (LE-Jun)







