Buleleng, LenteraEsai.id – Kinerja Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam penanganan Covid-19 dilakukan secara maksimal, sehingga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng yang telah melakukan pendataan mengenai jumlah tempat isolasi terpusat dalam menangani orang tanpa gejala (OTG), mendapat apresiasi dari Satgas Provinsi Bali.
Dalam hal itu, diapresiasi langsung Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan rapat koordinasi bersama para bupati/wali kota, Sekda, Kadiskes, BPBD, Kapolres, dan Dandim se-Bali yang dilaksanakan pada Sabtu (24/7/2021) pagi.
Demikian diungkapkan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan di ruang kerjanya melalui rilis persnya pada Sabtu (24/7) sore.
Dalam apresiasi itu, menyatakan bahwa Kabupaten Buleleng merupakan satu-satunya kabupaten yang sudah menyediakan tempat isolasi terpusat di beberapa tempat, yakni Asrama Undiksha Singaraja yang ada di Desa Jinengdalem dan SMA/SMK Bali Mandara di Desa Kubutambahan.
Terkait itu, Suwarmawan yang juga selaku Kepala Dinas Kominfosanti itu berharap dengan adanya isolasi terpusat di Kabupaten Buleleng dapat meminimalisir penularan Covid-19.
Sementara itu, perkembangan Covid-19 Buleleng, hari ini terdapat 109 orang yang dinyatakan sembuh Covid-19 yang berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak 35 orang, Kecamatan Gerokgak sebanyak 24 orang, Kecamatan Sawan sebanyak 24 orang, Kecamatan Sukasada sebanyak 11 orang, Kecamatan Seririt sebanyak 6 orang, Kecamatan Banjar sebanyak 4 orang, Kecamatan Kubutambahan sebanyak 3 orang, dan Kecamatan Tejakula sebanyak 2 orang.
Sedangkan terkonfirmasi baru sebanyak 121 orang, yakni Kecamatan Buleleng 46 orang, Kecamatan Sawan 20 orang, Kecamatan Sukasada 15 orang, Kecamatan Kubutambahan 11 orang, Kecamatan Banjar 10 orang, Kecamatan Gerokgak 7 orang, Kecamatan Seririt 5 orang, Kecamatan Tejakula 5 orang, dan Kecamatan Busungbiu 2 orang.
Terkait data di atas, kasus konfirmasi kumulatif di Buleleng menjadi 6.122 orang, dengan rincian, sembuh sebanyak 4.967 orang, meninggal tetap sebanyak 250 orang, sedangkan pasien yang masih dirawat di Buleleng sebanyak 899 orang, dan sedang dirawat di luar Buleleng sebanyak 6 orang, ucapnya. (LE-BL)







