Wisata Kebun Anggur di Bunutan, Pengunjung Bisa Petik Langsung dari Pohonnya

Karangasem, LenteraEsai.id – Sosok I Wayan Mara, salah seorang warga asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem terbilang pemuda yang cukup kreatif. Hal ini terbukti, tatkala ia mampu mengolah lahan kering di wilayahnya menjadi destinasi buah anggur.

Wayan Mara terbetik gagasan kreatifnya, saat melihat lahan seluas 18 are yang selama ini terbengkalai di daerahnya. Lahan itu kering dan tandus,  serta dibiarkan begitu saja. Menyaksikan ini, ia akhirnya punya ide untuk memanfaatkan lahan tersebut dan menyulapnya menjadi menghijau dengan  membudidayakan buah anggur hitam.

Bacaan Lainnya

Meskipun dibilang cukup sulit untuk memanfaatkan lahan yang kering dan tandus, tapi Wayan Mara tak patah semangat. Ia mengaku memulai berkebun anggur sejak 2 tahun yang lalu, dan sampai saat ini kebun anggurnya tersebut sudah panen sebanyak 5 kali.

“Saya pilih berkebun anggur hitam, karena saya rasa cukup menguntungkan daripada tanaman yang lainnya. Selain itu, di sini cukup jarang ada yang berkebun anggur,” kata Wayan Mara saat dihubungi, Senin (14/6).

Di samping itu, yang lebih unik lagi, Wayan Mara juga menjadikan kebun anggurnya tersebut sebagai tempat rekreasi. Bahkan para pengunjung atau pembeli yang datang dipersilakan untuk secara langsung memetik sendiri buah anggur di kebunnya tersebut saat musim panen.

Ia mengaku selama ini menjual buah anggurnya dengan harga yang paling murah, yakni Rp15 ribu per kilogramnya.

“Karena sistemnya kan, kalau datang langsung ke kebun dipersilahkan untuk memetik sendiri dengan memilih buah anggur yang sudah layak dipetik,” ujar Wayan Mara. 

Namun demikian, Wayan Mare juga mengaku hasil panen buah anggurnya sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Saat musim panas, biasanya ia bisa panen buah anggur di kebunnya hingga mencapai 1 ton lebih.

“Tapi, saat ini saya terancam gagal panen, karena saat pencukuran daun waktu ini diguyur oleh hujan deras, sehingga tidak ada bunga yang tumbuh. Akibatnya, tidak mungkin bisa berbuah,” kata Wayan Mara.

Karena terancam gagal panen, Wayan Mara mengaku merugi kurang lebih Rp4 juta. Meski demikian, ia mengatakan tidak patah arang dan akan tetap berkebun anggur hitam.  (LE-Jun)

Pos terkait