Badung, LenteraEsai.id – Merebaknya virus yang mematikan ternyata tidak menyurutkan perdagangan narkoba antarpulau yang dilakukan anggota sindikat dengan berupaya keras dapat mengelabui petugas.
Para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan mengemas narkoba jenis ganja yang berada dalam lembaran pakaian bekas. Sebanyak lima karung ganja dikemas dalam paket kiriman pakaian bekas.
Namun demikian, laksana pepapah ‘sepandai-pandai tupai melompat, sesekali jatuh juga’. Perbuatan para anggota sindikat itupun akhirnya terbongkar oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali.
Dengan mengerahkan anjing pelacak Unit K-9, petugas BNN berhasil mengendus dan memeriksa sebuah truk ekspedisi yang berangkat dari Medan menuju Bali. Tiba di Terminal Mengwi, Kabupaten Badung pada Senin (14/6) dini hari , truk yang dicurigai langsung digeledah, ternyata isinya sebanyak 22 paket ganja seberat 44 kilogram (kg).
Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra ketika dihubungi membenarkan bahwa pihaknya telah membongkar kasus pengiriman ganja antarpulau atas kerja sama dengan Direktorat Dakjar (Penindakan dan Pengejaran) BNN RI.
Pengungkapam kasus ini merupakan hasil dari pengembangan pascatertangkapnya bandar narkoba GW dan istrinya di daerah Banyuwangi, Jawa Timur, belum lama ini, Mereka merupakan DPO BNN Provinsi Bali.
Sepasang suami istri yang telah menjadi DPO BNN Provinsi Bali, akhirnya berhasil diringkus petugas yang dipimpin Kabid Brantas BNN Provinsi Bali, Putu Agus Arjaya, di wilayah Pesanggaran, Banyuwangi, ujar Brigjen Gde Sugianyar usai timnya melakukan penggeledahan di Terminal Mengwi, Badung.
Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, kedua pasangan suami istri itu merupakan DPO atau buronan dari berbagai kasus yasng diindikasikan sebagai pemasok besar narkotika jenis ganja ke Bali.
Pengiriman ganja yang menggunakan jasa ekspedisi ini, dikemas dengan mencampur beberapa jenis barang lain sepeti kayu dan pakaian bekas, yang dimaksudkan untuk mengelabui petugas.
“Dari hasil penangkapan di Banyuwangi itu kami kembangkan, diketahui ada pengiriman ganja dari Medan menggunakan jasa ekspedisi, dan barang ini sebagian isinya kemarin sudah diturunkan di Jakarta, ada buah-buahan. Sekarang masih sisa ada dalam bentuk menyerupai kayu, dan paket pakaian bekas. Ganja dibungkus dalam 5 karung,” katanya. (LE-MG)







