Masuki Musim Kemarau, Beberapa Daerah di Karangasem Diduga Kesulitan Air Bersih

Amlapura, LenteraEsai.id – Dari 78 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Karangasem, sekitar 30 persen di antaranya diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih saat memasuki musim kemarau nanti.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem belakangan ini.

Bacaan Lainnya

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa saat dikonfirmasi di Amlapura, Selasa (18/5) mengatakan, daerah yang diperkirakan mengalami kesulitan memperoleh air bersih adalah kawasan yang tergolong minim memiliki sumber air.

Sementara kawasan yang tergolong minim sumber airnya adalah daerah yang lokasinya berada di ketinggian, seperti di  Kecamatan Kubu, Bebandem, Rendang, Karangasem dan Kecamatan Abang, ucapnya.

Untuk wilayah Kecamatan Kubu yang diperkirakan kesulitan memperoleh air bersih adalah Desa Tianyar, Tianyar Barat, Tianyar Tenggah, Baturingit, Dukuh dan Tulamben. Sedangkan untuk Kecamatan Abang meliputi Desa Bunutan, Datah, Nawekerti dan Desa Kesimpar.

Di Kecamatan Karangasem tercatat Desa Seraya Timur, Seraya Tengah,  Seraya Barat dan Desa Bukit. Untuk Kecamatan Bebandem ada di Desa Bhuana Giri, sedangkan di Kecamatan Rendang ada di Desa Besakih dan Pempatan, ujar Plt Kalaksa Arimbawa.

Namun demikian, lanjut Arimbawa, tidak semua dusun di masing-masing desa tersebut ikut terdampak saat menghadapi musim kemarau mendatang, melainkan hanya sebagian saja yang diperkirakan mengalami kesulitan air bersih.

Terlepas dari itu, Arimbawa memperkirakan daerah mengalami kesulitan air bersih tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2020.

Penurunan tersebut karena di beberapa daerah di Karangasem sudah menemukan sumber mata air baru. Selain itu juga sudah ada program dari pemerintah pusat berupa Pamsimas (Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat).

“Beberapa desa sudah mendapat program tersebut. Untuk data pastinya tentang desa-desa yang sudah mendapat program Pamsimas itu, ada di Dinas PUPR,” ucap Arimbawa, mengungkapkan.

Di samping itu, kata dia, masyarakat Karangasem juga sudah membuat cubang-cubang penadah air hujan, baik yang sifatnya pribadi maupun kelompok. Seperti yang ada di Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, yang membuat program air bersih secara mandiri.

Selain Pamsimas, pemerintah juga sudah membuat beberapa titik embung di wilayah ketinggian bagi daerah yang kekurangan air bersih.

“Dengan beberapa program dari pemerintah tersebut diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya desa yang terdampak kekurangan air bersih akan menjadi semakin berkurang,” ujar Arimbawa, mengharapkan.  (LE-Jun) 

Pos terkait