Meski Belum Dilantik, Pekaseh Taman Langsung ‘Action’ Urus Saluran Irigasi yang Rusak

Badung, LenteraEsai.id – I Nyoman Nyana terlihat langsung ‘action’ dengan terjun ke lapangan begitu terpilih selaku Pekaseh Subak Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

I Nyoman Nyana terpilih sebagai Pekaseh setelah mengungguli 3 calon lainnya pada pemilihan yang berlangsung April 2021 lalu. Ia unggul dengan perolehan 92 suara.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak menunggu dilantik dulu oleh Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Melainkan begitu terpilih secara demokratis oleh para krama (petani), saya langsung action,” ucapnya bersemangat dalam perbincangan dengan pewarta LenteraEsai (LE) pada Minggu malam, 16 Mei 2021, di rumahnya Banjar Gunung, Desa Taman.

I Nyoman Nyana sendiri mengaku belum tahu kapan acara pelantikan akan diagendakan. Padahal menurutnya, ada 15 orang pekaseh baru di Badung hasil pemilihan baru-baru ini. “Kami masih menunggu, namun kami sudah mulai bekerja di lapangan,” ujarnya.

Ditanya mengenai yang dikerjakan mengawali tugas selaku Pekaseh Subak Taman?. Dengan mantap Nyana menyebutkan, setelah terpilih langsung roadshow menemui para Pangliman (Kelian-Kelian Munduk/Subak Red-) untuk menyerap aspirasi dan menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang ada di setiap munduk.

Ada tujuh munduk di wilayah Pekaseh Subak Taman, dengan 75 hektar lahan sawah yang digarap oleh 200 lebih krama atau petani. “Permasalahan dominan yang terjadi di semua munduk, adalah kerusakan saluran irigasi. Kerusakan saluran irigasi termasuk sudah begitu parah,” katanya.

Akibat kerusakan saluran irigasi itu, kata Nyana, air banyak yang bocor hingga terbuang percuma di tengah jalan. Masalah saluran irigasi itu menjadi PR (pekerjaan rumah) terbesar baginya yang harus secepatnya dapat ditangani.

“Persoalan saluran irigasi ini akan kami carikan pemecahannya, antara lain dengan mengajukan profosal ke Dinas PUPR Kabupaten Badung, PUPR Provinsi Bali dan Kementerian PUPR di Jakarta,” ujar Nyana dengan menambahkan, termasuk ke Pemerintahan Desa Taman juga akan diajukan profosal untuk perbaikan saluran irigasi tersebut.

Pria yang adalah mantan anggota BPD Taman dan kini masih duduk selaku anggota di LPM Taman itu menjelaskan, tanpa saluran irigasi yang bagus, kegiatan petani bercocok tanam akan terus terganggu. Karena petani akan terus kekurangan air. Pihaknya tidak ingin petani stres menghadapi masalah air, gara-gara saluran irigasi hancur.

Menurut dia, tanggung jawab perbaikan infrastruktur sesungguhnya berada di tangan pemerintah. Sekalipun sekarang keuangan pemerintah sedang berkurang akibat pandemi Covid-19, lanjut Nyana, pihaknya akan allout berjuang melalui akses-akses yang ada.

“Kondisi sekarang (Covid-19 Red), tantangan tersendiri bagi saya sebagai Pekaseh yang baru terpilih. Saya harus semangat berjuang supaya petani memiliki harapan dan bergairah dalam menekuni pekerjaannya,” katanya, menandaskan.

Menariknya, setelah Nyoman Nyana terpilih menjadi Pekaseh Subak Taman, ada turun proyek perbaikan saluran irigasi dari Kementerian PUPR. Memang proyeknya kecil. Dikerjakan secara swakelola, kini sedang berjalan. “Pekerjanya dari anggota Subak. Mudah-mudahan berjalan lancar hingga proyek kelar dalam waktu yang ditetapkan,” ucapnya, sembari berdoa. (LE/Ima)

Pos terkait