Karangasem, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini terus melanda, telah membuat perekonomian masyarakat porak-poranda, terutama di Bali yang selama ini mengandalkan dari ‘jualan’ pariwisata.
Namun demikian, ternyata pandemi juga memiliki sisi positif, yakni telah membuat para generasi muda untuk terus berinovasi agar dapat menciptakan ide-ide kreatif dalam membuka usaha, yang tentunya berawal dari usaha kecil-kecilan.
Salah seorang anak muda kreatif asal Karangasem bernama I Wayan Kawayasa, yang merupakan lulusan Cesar Ritz Colleges Switzerland, juga tidak mau kalah dengan membuka usaha kuliner bernama Warung Batas Kota yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Subagan, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem. Warung ini buka setiap hari mulai dari pukul 11:00 sampai 22:00 Wita, dan jika weekend buka sampai pukul 23:00 Wita.
“Dari awal dibukanya Warung Batas Kota ini, kita sudah beberapa kali mencoba membuat gebrakan guna membangkitkan ekonomi dengan menyelenggarakan berbagai event, tapi harus batal karena situasi belum mendukung,” kata Kawayasa, Sabtu (15/5).
Kali ini, gebrakan kecil kembali digagas dengan tema Food Culture yang bertujuan dapat memperkenalkan kuliner dengan paduan cita rasa makanan internasional dan makanan lokal tanpa meninggalkan cita rasa budaya yang ada.
“Jika ingin menikmati paduan cita rasa makanan internasional dan lokal dengan harga yang terjangkau dan rasa yang enak, silahkan datang ke Warung Batas Kota,” ajak Kawayasa.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa yang hadir dalam acara tersebut mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung adanya anak muda yang punya ide-ide kreatif di tengah pandemi Covid-19.
“Saya salut jika ada anak muda yang punya inovasi dan kreativitas yang tinggi di masa pandemi ini. Memang, sebagai anak muda kita harus terus berinovasi dan jangan pernah takut jika produk kita dijiplak oleh orang lain, karena jika produk kita dijiplak oleh orang lain maka produk kita diakui,” katanya.
“Bersamaan dengan itu, kita jangan lantas diam, melainkan harus terus berinovasi dengan kreativitas yang baru lagi. Terus, dan terus seperti itu, sehingga muncul inovasi baru, namun di sisi lain juga harus tetap menjaga kearifan lokal,” kata Wayan Kariasa, menandaskan. (LE-Jun)







