judul gambar
BadungHeadlines

Usaha Ternak Kele-kele Semakin Marak di Balangan Badung

Badung, LenteraEsai.id – Beternak madu kele-kele (Trigona spp), belakangan ini tampak semakin marak dilakukan sejumlah petani di  Banjar Adat Balangan, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Warga menjadi semakin terpanggil untuk beternak kele-kele, sehubungan usaha itu memiliki prosfek ekonomi yang tergolong bagus. Hal itu disampaikan I Made Suika (45), salah seorang peternak kele-kele di Banjar Balangan dalam perbincangan dengan pewarta LenteraEsai (LE), Sabtu (15/5).

Kele-kele merupakan salah satu jenis satwa penghasil madu, sama seperti halnya lebah (Apis andreniformis) yang terlebih dahulu dibudidayakan oleh masyarakat. Namun, madu kele-kele terbukti lebih bagus, katanya.

Made Suika dan teman-temannya tercatat merintis budidaya lebah kele-kele sejak tahun 2017.  “Diawali kumpul-kumpul, akhirnya tercetus itu (pelihara lebah kele-kele, Red). Kami belajar secara otodidak melalui media Youtube,” ujar Suika dengan mengungkapkan bahwa di Balangan kini sudah ada 14 orang mengembangkan klele-kele, dan juga sudah terbentuk wadah kelompok yang diketuai I Made Yustika.

“Usaha lebah kele-kele saya dan teman-teman, masih skala kecil. Merupakan pekerjaan sampingan,” kata Suika merendah.
Masih menurut Suika, walau madu kele-kele lebih bagus dan harganya lebih mahal, tetapi dalam pembudidayaannya memerlukan modal yang cukup besar juga.

Misalnya untuk pengadaan bibit, menyediakan rumah kele-kele (boks), juga menyiapkan tanaman yang menghasilkan bunga sebagai makanan pokoknya, selain beberapa jenis bunga yang sudah ada di lingkungan setempat.

Jenis bunga yang digemari kele-kele antara lain bunga kelapa, enau, albesia, pacar, kembang pisang dan sebagainya.

Dijelaskan, kelebihan lebah kele-kele tidak menyengat. Tetapi bisa juga tidak menghasilkan madu, tergantung cuaca. Juga banyak hamanya. “Kalau musim hujan, peternak kele-kele bisa rugi. Lantaran madu yang dihasilkan dimakan koloni lebah kele-kele itu sendiri, karena tidak bisa mencari makanan keluar sarang.

Suika yang sehari-hari juga bekerja di sebuah perusahaan rekreasi air di Kuta, Kabupaten Badung, mengaku selama ini lebih banyak memasarkan madu kele-kele yang dihasilkan ke teman-temannya. Atau menggunakan media sosial.

Dia berpesan, usaha lebah kele-kele kalau ditekuni dengan serius, prosfeknya dipastikan bagus. Apalagi untuk di daerah pedesaan yang lingkungannya masih lestari dengan banyaknya pepohonan yang menghasilkan bunga.  (LE/Ima)

Lenteraesai.id